Gowes Heritage with Scott Merillees

Kunjungan saya ke beberapa gedung peninggalan kolonial di Jakarta beberapa pekan lalu saya tulis di Facebook dan pakansi.com. Perbandingan foto-foto bangunan dimasa kolonial dengan kondisi saat ini yang saya tampilkan dalam kolase foto mengundang cukup banyak komentar dan tanggapan.

Diluar dugaan saya, penulis buku Greetings From Jakarta, Scott Merillees ikut memberikan komentarnya. Dari sana obrolan berlanjut di inbox dan kami lantas janjian untuk mengeksplorasi gedung-gedung kolonial di seputaran Menteng, Jatinegara, Polonia dan Kramat.

Beberapa teman yang tergabung dalam komunitas Gowes Heritage juga mengontak saya, mengajak bergabung kedalam komunitas ini. Lalu saya sampaikan bahwa saya janjian dengan Scott untuk mengeksplorasi kawasan Menteng-Jatinegara. Gayung bersambut, komunitas Gowes Heritage lantas mengumumkan gowes bareng Scott dan cukup banyak yang berminat gabung.

Tanggal 15 November, pukul 06.30 kota kumpul di Megaria, bangunan bioskop yang mulai dibangun pada tahun 1939, namun baru beroperasi pada tahun 1950. Dari Megaria, sekitar 25 peserta menuju kawasan Manggarai, untuk melihat jembatan kereta api yang dibangun Belanda tahun 1910an. Dari sana, lanjut melihat tandon air yang dibangun tahun 1881 di Jl. Matraman, kini menjadi kantor Telkomsel.

Gowes berlanjut ke arah Jatinegara, gereja Koinonia dan rumah-rumah ex perwira militer Belanda yang sekarang menjadi perumahan Kodam. Kemudian kami menuju kawasan Polonia, dulunya kawasan ini adalah real estate yang dibangun oleh Belanda, dengan arsitek dari Polandia, nama kawasan Polonia diadaptasi dari Polandia.

Kemudian kami menuju Wisma Rini dan Panti asuhan puteri St. Vincentius di Jl. Otto Iskandar Dinata (Bidaracina). Cukup prihatin melihat kondisi Wismarini yang kosong dan ditumbuhi semak dan ilalang. Dari sana kami lanjut ke Fakultas Kedokteran UI yang dulunya bernama Stovia.

Gowes heritage lanjut ke kawasan Kramat. Sebelum Belanda membangun Menteng, real estate sebelum Menteng dikenal dengan nama Kramat Park. Di Jalan Kramat V sampai VII, masih dapat dijumpai rumah-rumah sisa Kramat Park yang dirancang oleh arsitek Moojen. Kemudian kami menuju Jl. Raden Saleh, melewati Masjid Al Makmur. Gowes Heritage bersama Scott Merrillees berakhir sekitar pukul 11 pagi, diakhiri dengan kulineran di food court Megaria.

2 Comments Add yours

  1. Lutfi berkata:

    Kaka nelwin ga sempat keliling daerah menteng. Menteng kota taman di bangun oleh developer NV de Boplough (?) kantornya skrg jadi masjid Cut Muetiah….kata boplough kekinian jadi boplo inget pasar boplo juga ada gado2nya

    Suka

    1. Sudah gowes keliling Menteng sebelumnya kak Lutfi.. foto bouwplough, freemason lodge, immigratie, eerste school.. saya post di facebook.. 😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s