Kemegahan Masjid Terapung Al Munawwar Ternate

Tulisan  perjalanan ke Pulau Morotai dengan tujuan utama obyek vital bandar udara eks Perang Dunia 2 (Pitu Strip) 23-29 Oktober 2010  pernah ditulis,  namun masih ada catatan tersisa  tentang Masjid Al Munawwar Ternate.

Saat mendarat di Bandara Sultan Babullah yang merupakan salah satu gerbang menuju Pulau Morotai pada Sabtu pagi tanggal 23 Oktober 2010, kami disambut Gunung Gamalama. Gunung tinggi yang menjulang terlihat gagah seolah menguasai Pulau Ternate. Ternate bagaikan sebuah pulau dengan Gunung Gamalama sebagai pusatnya. Berbicara Ternate tidak akan pernah lepas dari keberadaan Gunung Gamalama. Gunung ini adalah salah satu gunung vulkanik tinggi yang terdapat di Indonesia, Gamalama memiliki ketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut. Hal menarik dari Gunung Gamalama adalah bentuknya yang kerucut.

Mengitari Kota Ternate berdekatan dengan jalan raya di tepi laut kawasan Pantai Sewiring tepat di bibir pantai kota sampailah di sebuah bangunan masjid yang unik dan juga mempesona karena memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Itu dikarenakan bangunan masjid berdiri di tepi pantai jadi sudah terlihat dari kejauhan dengan Gunung Gamalama sebagai latar belakang. Dari Pantai Sewiring pula bisa terlihat Pulau Maitara  dan  Tidore yang diabadikan dalam lembaran uang kertas seribu rupiah.

Masjid Al Munawwar di bangun antara tahun 2003 hingga tahun 2010, berdiri di atas tanah seluas 6 Hektar. Luas bangunan masjidnya mencapai 9.512 meterpersegi dan dapat menampung hingga mencapai 15.000 jamaah. Masjid memiliki empat menara yang berdiri menjulang tinggi setinggi 44 meter, dua menara masjid tetancap di atas permukaan laut sedang dua menara lainnya berada di darat. Karena kondisi tersebut Masjid Al Munawwar sering disebut sebagai masjid terapung menandingi masjid terapung di Kota Jeddah Saudi Arabia.

Tampilan masjid nampak megah dengan kubah berwarna kuning dan hijau, serta bangunan yang berwarna putih, kuning dan hijau. Melalui beranda masjid dapat dilihat perairan laut berwarna biru jernih dengan ikan ikan sesekali terlihat berenang bebas.

Beribadah di dalam masjid terapung terasa nyaman saat masuk ke dalam akan merasakan sejuknya angin pantai yang berhembus masuk melalui pintu pintu besar dan ventilasi masjid, suara ombak menambah khusu-nya para jamaah yang sedang beribadah di dalamnya.

Masjid Al Munawarrah merupakan ikon Kota Ternate

Naskah & foto oleh Lutfi Djoko D (l.sriyono@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s