Perth Kota Ramah Traveler Muslim

One’s destination is never place but rather a new way of looking at things (Henry Miller : US writer)

Membutuhkan waktu tiga jam empat puluh menit dari Denpasar Bali untuk mendarat di Perth International Airport, cuaca cerah di awal bulan Nopember 2019 menyambut kedatangan kami. Proses imigrasi berjalan cepat cenderung  lancar namun ketika pemeriksaan barang bawaan penumpang petugas Bea Cukai memeriksa dengan teliti dan tegas membuat hati kecut dan waswas terhadap barang bawaan maklumlah beberapa makanan instan di bawa untuk bekal selama perjalanan. Australia termasuk salah satu Negara dengan aturan yang cukup ketat terhadap barang apa saja yang boleh atau pun dilarang untuk dibawa kesana utamanya produk dan hasil olahan pertanian. Inilah mengapa sebelum memulai perjalanan pastikan untuk mencari info apa saja yang diperbolehkan serta yang dilarang untuk dibawa sehingga bisa melalui Bea Cukai.

Perth merupakan ibu kota Negara bagian Australia Barat, juga merupakan kota terbesar di Negara bagian Australia Barat dan kota terpadat keempat di Australia. Perth mengalami peningkatan populasi yang cukup besar akibat penemuan  emas di Australia Barat pada akhir abad ke sembilan belas.

Ketika berlibur ke Negara lain, makanan halal biasanya menjadi satu hal yang sulit dicari. Namun tidak demikian dengan Perth, saat pertama menjejakan kaki di bandara sudah tersedia fasilitas ibadah dikenal sebagai Quiet Room. Tempat ini menjadi ruang tenang yang bisa digunakan untuk ibadah lintas agama, dan cocok untuk traveller muslim yang ingin melaksanakan sholat selain adanya tempat berwudhu fasilitas sajadah serta mukena juga disediakan. Quiet Room berada di lantai dasar pintu kedatangan terminal satu bandara tepatnya di belakang gerai penyewaan kendaraan, cari saja simbol orang berdoa.

Di tengah kota berdiri Perth Mosque dibangun pada tahun 1905 beralamat 427 William St, inilah masjid terbesar yang ada di Perth, dekat situ hanya berjalan kaki kurang dari lima menit dijumpai rumah makan halal “Manise” pemiliknya merupakan generasi kedua muslim Ambon yang hijrah ke Australia pasca kerusuhan Ambon 1999.

Selanjutnya Anda dapat dengan mudah menemukan masjid dan musholla lainnya  seperti di London Court arena perbelanjaan populer di CBD Perth, hanya tiga ruko dari rumah makan halal Insan’s Café tersedia musholla yang menempati lantai dasar sebuah apartemen, Perth City Mushalla namanya, ada banyak masjid juga musholla  serta rumah makan halal di kota Perth dan sekitarnya yang dapat dicari melalui jaringan internet. Bahkan walaupun kebanyakan toko tutup jam lima sore tidak perlu cemas untuk mendapatkan makanan hingga tengah malam. Gerai makanan cepat saji Lord Of The Fries (LOTF) selalu siap melayani Anda.

Berencana membawa buah tangan untuk teman dan keluarga di tanah air….? Cokelat merupakan salah satu pilihannya. Berlokasi di Murray St, toko The Margaret River Chocolate Co menjual berbagai macam bentuk cokelat, sebagian produk mengandung alkohol sehingga pastikan untuk bertanya lebih dahulu kepada penjaga toko yang selalu siap memberi penjelasan sebelum mencicipi.

Perth tempat wisata yang ramah untuk traveller muslim. Banyak fasilitas untuk memudahkan mereka liburan sambil tetap menjalankan ibadah serta mendapatkan makanan halal.

Naskah dan foto oleh: Lutfi Sriyono (l.sriyono@gmail.com)

One Comment Add yours

  1. mysukmana berkata:

    Wah…menyenangkan nih pastinya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s