Surprising Kaohsiung

Saat merencanakan liburan akhir tahun 2018 ke Korea dan Taiwan, awalnya saya tidak memasukkan kota Kaohsiung sebagai destinasi. Namun karena saya mencari tiket pulang dari Taipei ke Jakarta dengan harga yang lebih terjangkau, total durasi kunjungan kami di Taiwan harus diperpanjang menjadi 6 malam.

Rasanya sayang kalau kunjungan 6 malam hanya dihabiskan di kota Taipei, maka kota Kaohsiung saya tambahkan dalam itinerary. Saya kemudian cari tahu cara menuju Kaohsiung dari Taipei, serta obyek wisata apa saja yang bisa dikunjungi di Kaohsiung.

Kaohsiung yang berjarak sekitar 395km dari Taipei dapat dicapai dengan pesawat, kereta cepat (HSR), kereta biasa dan bis antar kota. Setelah membandingkan berbagai moda transport, kami memutuskan berangkat ke Kaohsiung dengan kereta cepat dan pulang ke Taipei dengan bis.

Tiket HSR (High Speed Rail kami beli di Taipei Main Station, dengan harga tiket NT$ 1.400 per orang (sekitar Rp 660.000). Tanggal 28 Desember jam 11 pagi, kami sudah bersiap di platform 2 stasiun HSR. Tepat jam 11.48, kereta meninggalkan stasiun Taipei Main. Saat keteta berjalan, saya perhatikan indikator kecepatan menunjukkan angka 301km/jam. Kecepatan ini bersaing dengan kecepatan kereta Shinkansen di Jepang atau Thalys di Eropa.

Jarak Taipei – Kaohsiung yang sekitar 395 km pun ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja, dengan 3x perhentian. Sungguh perjalanan antar kota yang fantastis. Kenyamanan HSR ini membuat saya tertidur lelap di kereta. Jam 13.20 siang kami sudah sampai di Kaohsiung, karena sudah lapar, kami makan dulu di KFC di stasiun Kaohsiung.

Setelah makan siang, sekitar jam 3 sore, dari stasiun HSR Zuoying di Kaohsiung kami naik KRT (MRT nya Kaohsiung) ke Noble hotel yang terletak di kawasan Lingya. Stasiun KRT terdekat dari hotel ini adalah Martial Arts stadium, sekitar 500 meter jalan kaki. Setelah check in dan istirahat sejenak, jam 5 sore kami mulai mengeksplorasi kota Kaohsiung.

Tujuan pertama kami adalah dome of light. Ini adalah instalasi kaca patri (tempered mozaic glass) terbesar di dunia, yang merupakan hall utama dari stasiun KRT Formosa station. Warna-warni kaca mozaic dan pencahayaan yang keren membuat dome of light ini menjadi obyek yang sangat instagrammable. Banyak pengunjung yang asik selfie di tempat ini.

Kemudian kami melanjutkan eksplorasi ke kawasan Xinjuejiang, yang merupakan kawasan belanja branded goods di Kaohsiung. Deretan butik dan mall memenuhi jalan utama yang berdekatan dengan central park ini. Tak terlalu tertarik, kami melanjutkan perjalanan ke Liouhe Night Market. Menurut beberapa informasi wisata, Liouhe night market adalah pasar malam terbaik di Kaohsiung. Salah satu streetfood yang wajib di coba disini adalah flame-grilled beef cube.. yummy..!

Flame Grilled Beef Cubes

Pasar malam ini menempati jalan besar, yang di siang hari merupakan salah satu jalanan sibuk. Agak mirip dengan kawasan Ginza di Tokyo. Kebanyakan kios di pasar malam ini jualan makanan dan permainan ketangkasan. Setelah puas cuci mata, kami makan malam di resto Pepper Lunch, dan kembali ke hotel sekitar jam 10 malam.

Hari kedua di Kaohsiung, kami berkunjung ke Lotus Pond. Untuk menuju Lotus pond, kami naik KRT ke stasiun Ecological district dan lanjut naik bis nomer 51. Kawasan wisata Lotus pond ini merupakan sebuah telaga yang cukup besar, dimana di tengah telaga ini dibangun beberapa pagoda. Pintu masuk dan keluar pagoda merupakan lorong berbentuk naga dan harimau. Sepanjang lorong banyak diorama yang menggambarkan ajaran buddhism. Pagoda kembar 7 lantai dapat dinaiki pengunjung sampai di lantai 6, dari lantai 6 pagoda ini kita bisa melihat pemandangan sekitar Lotus pond.

Setelah makan siang, kami melanjutkan wisata ke Fo Guang Shan. Kompleks buddhist monastery ini berjarak sekitar 20km dari stasiun KRT Zuoying, dan dapat ditempuh dengan shuttle bus bertarif NT$ 70 per orang. Ada 3 areal terpisah di kompleks Fo Guang Shan ini, ada kuil buddha, sekolah agama buddha (monastery) dan museum buddha. Di kompleks kuil buddha, terdapat patung besar buddha berdiri diatas bukit, untuk menuju puncak bukit, pengunjung melewati jalan melingkar yang dipenuhi patung buddha di kiri dan kanan jalan. Di belakang patung buddha ini juga ada main temple, sayang di main temple pengunjung tidak diizinkan mengambil foto. Sekitar 800 meter di belakangnya, terdapat gedung-gedung monastery, tempat pendeta buddha belajar agama. Di blok paling belakang, terdapat kompleks Buddha museum. Di tempat ini terdapat patung Buddha duduk, dimana bangunan dibawahnya merupakan museum. Di halaman museum yang.luas terdapat 8 pagoda. Kami tiba di sini saat lampu mulai dinyalakan, membuat pemandangan terlihat semakin cantik.

Setelah makan malam di Fo Guang Shan, kami kembali ke kota, dan berkunjung ke pasar malam Ruifeng. Berbeda dengan pasar malam Liouhe yang kami kunjungi semalam, pasar Ruifeng ini terasa lebih hidup, lebih ramai dan beragam. Tidak hanya kuliner, di pasar Ruifeng juga banyak penjual baju, gadgets, souvenirs dan handicrafts. Sepertinya warga lokal lebih suka ke Ruifeng night market dibanding Liouhe yang sepertinya ditujukan untuk turis.

Hari terakhir di Kaohsiung, kami berkunjung ke kawasan Pier 2 art district. Kawasan pelabuhan dan pergudangan tua di pantai Kaoshiung ini disulap menjadi kawasan seni. Banyak sekali instalasi seni, mural maupun patung di sudut-sudut kawasan ini. Sebagian gudang tua yang ada diubah menjadi toko-toko yang menjual berbagai produk yang nyeni.

Malamnya kami kembali ke kota Taipei, karena penerbangan kami kembali ke Jakarta berangkat dari Taipei. Kali ini kami menggunakan bus malam, berangkat dari Kaohsiung jam 01.45 malam. Bis Ho Shin yang kami tumpangi merupakan bis paling keren yang pernah kami coba. Bus besar ini hanya diisi 15 bangku ala business class pesawat. Setiap bangku dilengkapi monitor dengan video on demand, headphones, electric reclining seat yang mendekati posisi flatbed, serta mesin pijit. Sungguh nyaman bis bertarif NT$670 ini. Kami tiba di Taipei sekitar jam 5.45 pagi, dan langsung menuju bandara Taoyuan untuk kembali ke Jakarta. Meskipun tidak direncanakan dengan matang, kunjungan ke Kaohsiung sangat berkesan, melebihi ekspektasi kami akan kota ini, yang ternyata cantik dan asri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s