Menikmati Perjalanan KA Serayu

Pagi hari di bulan Desember 2018 cuaca cukup cerah berbeda dengan hari kemarin Jakarta diguyur hujan sangat lebat disertai angin kencang bahkan bencana angin puting beliung melanda Bogor memporak porandakan banyak rumah. Kereta Api Serayu jurusan  Jakarta ā€“ Purwokerto sudah parkir jalur satu stasiun Pasar Senen  tepat jam 09.15 WIB kereta mulai bergerak mengiringi perjalanan waktu yang  panjang,   sesuai tiket jadual tiba di stasiun Purwokerto   jam 19.59 WIB tapi terjadi keterlambatan 30 menit sehingga mundur menjadi jam 20.29 WIB lebih dari sebelas jam  berada di kereta api tersebut.

IMG_20181224_222214.JPG
IMG_20181207_085026.jpg

Kebanyakan orang bepergian ke Purwokerto tidak menggunakan Serayu karena rutenya yang memutar lewat jalur Selatan. Jika melewati  jalur Utara melewati kota Cirebon waktu berkereta hanya sekitar lima jam saja sedangkan Serayu memakan waktu lebih sebelas jam. Mengapa ? karena lintasan jalur Utara sudah berjalur ganda sehingga kereta tidak perlu saling menunggu bila berpapasan. Sedangkan jalur Selatan kondisinya berbukit-bukit dan belum memungkinkan dibangun jalur ganda, dari stasiun Pasar Senen  yang berelevasi  4,7 M diatas permukaan laut menanjak hingga 709 M memasuki kota Bandung.

IMG_20181207_085605.jpg
IMG_20181215_120334.JPG

Titik tetinggi dari lintasan yang dilalui Serayu adalah stasiun Nagreg 848 M merupakan juga stasiun aktif tertinggi di Indonesia,  kemudian menurun hingga 75 M diatas permukaan laut di stasiun Purwokerto . Alhasil, selain kecepatan kereta yang dibatasi, setiap kali ada dua kereta berpapasan salah satu harus mengalah dan berhenti.  Dalam dunia perkereta apian berlaku ketentuan bahwa kereta kelas ekonomi selalu mengalah apabila berpapasan dengan kereta yang lebih tiinggi seperti kelas bisnis atau kelas eksekutif. Serayu adalah kereta kelas ekonomi,  dijalankan dua kali sehari (pagi dan malam). Saat ini kereta api ini menjadi satu-satunya kereta api yang beroperasi dari Jakarta menuju Jawa Tengah dengan rute melintasi Bandung tidak melintasi Cirebon.

IMG_20181215_120515.JPG
IMG_20181224_221624.JPG

Terlepas dari waktu tempuh yang lama,  kejenuhan selama di kereta bisa dibalas dengan kenikmatan pemandangan memanjakan mata, kenikmatan ini bisa dinikmati bila menggunakan Serayu pagi. Kenikmatan pemandangan inilah yang menginspirasi sastrawan Ramadhan KH memberi  judul kumpulan sajaknya Priangan Si Jelita, yang merupakan ungkapan rasa kagum sang penyair terhadap alam priangan yang indah dengan gunungnya dan hijaunya tetumbuhan sejauh mata memandang dan itu terbukti.

IMG_20181209_120112.jpg
IMG_20181224_221935.JPG

Naskah dan foto : Lutfi Djoko D (l.sriyono@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s