Antara Fez dan Casablanca

Tanggal 26 Januari pagi sekitar jam 7.15, saya dan istri keluar dari hotel ibis, jalan kaki 20 meter menuju stasiun kereta Casa Voyageurs. Pagi ini kami berencana menuju kota Fez (dalam bahasa lokal ditulis Fes). Kereta berikut menuju Fez akan berangkat jam 8 pagi, kamipun membeli 2 tiket kereta kelas 2, dengan harga tiket 116 dirham per orang. Karena masih 40 menitan lagi keretanya, kami sarapan pagi dulu di sebuah restoran di depan stasiun kereta. Menunya semacam shwarma isi daging ayam dan telur, dengan kentang goreng, minumnya pesan moroccan mint tea, cocok menghangatkan badan di udara pagi yang cukup dingin sekitar 7 derajat celcius.

Sekitar jam 7.45 kami kembali ke stasiun kereta, saat kami masuk peron keretanya belum tiba. Menunggu sekitar 10 menit, kereta jurusan Fez pun tiba. Kereta yang kami tumpangi ini kondisinya lebih baik dibanding kereta yang ke Marrakech kemarin. Perjalanan dari Casa Voyageurs menuju Fez di tempuh selama 4 jam. Satu jam pertama kereta ini sangat penuh, sampai ada penumpang yang berdiri. Rupanya kereta yang kami tumpangi ini rutenya melewati Rabat, ibukota Maroko. Sepertinya banyak orang Casablanca yang bekerja di kota Rabat, sehingga kereta pagi ini cukup penuh. Selepas kota Rabat, kereta hanya terisi sekitar separuh kapasitas bangku.

Satu jam pertama rute kereta menyusuri pantai, cantik pemandangannya dan banyak burung camar beterbangan di sekitar kereta. Setelah melewati kota Rabat, kereta berbelok ke arah timur, melewati beberapa kota seperti Sidi Siman dan Meknes. Sekitar jam 12 siang, kami tiba di stasiun Fez. Dari jumlah penduduknya, Fez adalah kota terbesar kedua di Maroko dengan populasi sekitar 1,1 juta jiwa. Dari aspek budaya dan sejarah, Fez juga merupakan kota paling utama setelah Marrakech, Fez pernah menjadi ibukota Maroko pada abad 19 sampai tahun 1912, setelah itu barulah ibukota Maroko pindah ke Rabat.

Dari stasiun kereta, kami naik taksi menuju Fes El Bali, ini adalah kawasan kota tua yang merupakan tujuan wisata nomor satu di Fez. Di dalam kompleks kota tua ini banyak terdapat landmark terkenal kota Fez. Perjalanan taksi dari Stasiun kereta menuju Fez el Bali ditempuh sekitar 15 menit dengan ongkos taksi 20 dirham. Tujuan pertama kami siang ini adalah Riad El Yacout, ini adalah salah satu hotel dan restoran tua yang interior nya sangat keren, bernuansa keramik putih biru khas Maroko. Hotel ini makin terkenal sejak band rock U2 merekam albumnya disini pada tahun 2007, dan juga membuat video klip lagu ‘Magnificent’. Setelah mencari lokasi hotel yang berada di gang kecil khas kota tua Maroko, kami akhirnya menemukan Riad El Yacout. Tapi sayang, saat mau makan siang disana, restorannya tutup karena pegawainya sedang shalat Jumat. Kami di informasikan agar kembali jam 3 siang jika ingin makan siang.

Kamipun kemudian memilih berkeliling Fes El Bali untuk melihat-lihat obyek wisata disana. Berbekal google map, tujuan selanjutnya adalah Chouara Tannery, yaitu lokasi industri penyamakan kulit tradisional yang berada di tengah Fes El Bali. Jika anda membaca info wisata Fez di brosur atau di internet, hampir semua menampilkan foto tannery ini. Karena hanya mengikuti panduan google map, saya sempat berputar-putar mencari lokasi tannery ini. Sampai kemudian seorang pemuda lokal menawarkan bantuan untuk mengantar ke tannery. Rupanya tannery ini berada di tengah-tengah perumahan warga, dan untuk bisa melihat tannery ini seperti di brosur wisata, kita harus melihatnya dari ketinggian.

Kami lalu dibawa ke salah satu koperasi kerajinan kulit yang memiliki balkon di lantai 4. Lantai 1 dan 2 merupakan gallery produk kerajinan kulit. Lantai 3 merupakan tempat tinggal, dari lantai 4 inilah pengunjung bisa melihat kompleks Chouara tannery. Petugas dari koperasi memberikan kami daun mint segar, sebagai masker, katanya. Memang seperti umumnya tempat pengolahan kulit hewan, baunya cukup menyengat hidung, remasan daun mint sungguh sangat menolong kami untuk bisa berlama-lama di balkon melihat kesibukan di tannery. Semua proses pengolahan kulit onta, sapi dan domba di tannery ini menggunakan bahan-bahan tradisional, tidak menggunakan bahan kimia. Mulai dari pencucian, pembersihan bulu, pewarnaan dan lainnya menggunakan bahan-bahan alami. kolam-kolam pencucian, pembersihan dan pewarnaan ini membentuk mosaik yang cantik jika dilihat dari ketinggian.

Selesai melihat-lihat tannery, kami diajak melihat-lihat produk kerajinan kulit di koperasi ini. Tidak ada paksaan untuk membeli produk. Tetapi ya namanya tempat wisata, salesman nya sangat pintar merayu pengunjung untuk membeli produk kulit di koperasi ini. Jika dibandingkan harga di toko di luar koperasi, harga disini lebih mahal 10-20%. Jaket kulit onta harganya sekitar 2jt-3jt rupiah, tergantung model. Jaket kulit domba atau sapi sekitar 1-2jt rupiah. Dari kelenturan dan kelembutan bahan, bahan kulit onta lebih lembut dan nyaman dipakai dibanding kulit domba atau sapi. Akhirnya saya membeli satu jaket kulit disini, harganya tidak beda jauh dengan jaket kulit Cibaduyut 🙂 Selanjutnya kami mengunjungi pabrik pembuatan Argan oil, minyak dari buah argan, yang merupakan minyak terkenal khas Maroko untuk kosmetik ataupun kesehatan.

Setelah keliling-keliling kawasan Fes El Bali, jam 3 siang kami kembali ke Riad El Yacout untuk makan siang. Kami menempati meja di ruangan tengah, yang merupakan hall utama hotel ini. Bagus sekali interior ruangan ini. Di salah satu dinding di Riad ini dipajang foto-foto selebriti yang pernah menginap disini, antara lain U2 dan ratu Jordania. Saat sedang foto-foto di hall hotel ini, manajernya menunjukan tiang utama yang menunjukan tahun pembuatan bangunan, tahun 1347.

Menurut manajernya, Riad El Yacout awalnya adalah rumah tinggal, baru dijadikan hotel di tahun 1900an. Untuk makan siang kami pesan Tajine de Bouf dan Kefta Brochette (semacam sate sapi dengan nasi dan couscous). Tajine de Bouf nya enak banget, lebih enak dari yang kami coba di Marrakesh sebelumnya. Makan berdua di hotel ini sekitar 380 dirham, sepadan dengan rasa dan suasana yang didapatkan.

Dari Riad El yacout kami melanjutkan wisata ke Bou Inania Medersa. Ini adalah bangunan sekolah agama islam (madrasah) yang terletak di tengah Fes El Bali. Untuk memasuki medersa ini dibungut HTM sebesar 20 dirham. Medersa ini sampai sekarang masih digunakan untuk belajar Al Quran dan pendidikan agama. Bangunan medersa nya sangat cantik, dengan arsitektur gaya khas Maroko dan, menara adzan di salah satu sudutnya.

Dari medersa kami melanjutkan wisata ke kawasan medina Fes El Bali, kawasan ini merupakan kawasan belanja di kota Fez. Berkeliling di toko-toko di kawasan ini terasa nyaman, karena kendaraan dilarang masuk, merupakan kawasan khusus pejalan kaki. Di salah satu ujung kawasan medina Fes El Bali, ada pintu gerbang batas kota Fez, yang merupakan landmark kota Fez. Bagi saya, gerbang ini mengingatkan pada salah satu panel komik Tintin.

Sekitar jam 6 sore, kami meninggalkan Fes El Bali, untuk menuju stasiun kereta Fez. Setelah membeli tiket kereta terakhir yang jam 7 malam, kami masih punya waktu sekitar 40 menit di sekitar stasiun Fez, kami lalu berjalan kaki sekitar 400 meter menuju Altajmootai Mosque, salah satu masjid terbesar di kota Fez.

Kami kembali ke stasiun kereta Fez sekitar jam 6.45. Tepat jam 7 malam kereta meninggalkan Fez menuju Casablanca. Perjalanan 4 jam menuju Casablanca banyak saya habiskan untuk tidur, toh sudah tidak bisa melihat pemandangan keluar jendela katena hari sudah gelap. Jam 11 malam kami tiba kembali di Casablanca. Sampai hotel kami segera packing karena ini adalah malam terakhir kami di Maroko.

Sabtu pagi 28 Januari, sekitar jam 9 pagi kami checkout dari hotel ibis, tapi koper kami titipkan dulu di concierge. Kami masih punya waktu cukup banyak untuk berkeliling kota Casablanca, karena pesawat kami jadwal take off nya jam 6.40 malam. Tujuan kami pagi ini adalah kawasan Mohammed V square, yang merupakan alun-alun kota Casablanca.

Kami menuju lokasi ini dengan naik tram dari depan hotel ibis. Perjalanan melewati sekitar 7 stasiun tetasa nyaman, tramnya relatif modern dan bersih. Sekitar 15 menit kami sudah sampai di Mohammed V square. Disekitar kawasan ini terdapat banyak hotel mewah, pertokoan branded goods dan kawasan perkantoran.

Tidak jauh dari Mohammed V square, terdapat old medina, pasar tradisional terbesar di Casablanca. Pintu gerbang old medina ini lagi-lagi mengingatkan saya pada panel di komik Tintin episode Kepiting bercapit emas. Dibandingkan harga-harga di medina Fez El Bali, harga di old medina Casablanca ini lebih murah. Kaftan bordir, jaket kulit ataupun souvenir lainnya rata-rata harganya lebih murah 10-20% dibandingkan harga di Fez.

Setelah puas berkeliling old Medina, kami naik taksi ke Hasan II Mosque. Ini adalah masjid terbesar di Maroko, yang terletak di tepi pantai menghadap samudra atlantik. Masjid ini memiliki menara yang cukup besar di tengah depan masjid, plaza di depan masjid yang sangat luas memungkinkan pengunjung mengabadikan foto masjid dan menara dalam satu frame.

Saat kami tiba disana, sekitar jam 1 siang. Saya bermaksud shalat dzuhur di bangunan utama masjid ini, tapi sayang, rupanya ruangan utama masjid Hasan II ini hanya dibuka waktu shalat berjamaah saja. Diluar waktu itu, pengunjung yang ingin melaksanakan shalat hanya boleh shalat di basement masjid, di sebelah tempat wudhu. Sayapun tidak berhasil melihat keindahan interior masjid.Hasan II ini, tapi melihat eksterior luarnya yang penuh ornamen arsitektur khas Maroko juga sudah cukup memuaskan hati.

Sekitar jam 2.30.kami kembali ke hotel ibis, mengambil koper di concierge, lalu packing terakhir, memasukkan belanjaan di old medina siang tadi. Dengan kereta jam 3.30 sore, kami menuju bandara Casablanca. Tiba disana jam 4, kami check in di counter Saudi Airlines untuk menuju Jakarta dengan transit di Jeddah. Perjalanan kami selama 4 hari 3 malam.di Maroko terasa sangat cepat berlalu. Rasanya masih ingin mengeksplorasi kota lain seperti Rabat, Agadir dan Tangier. Tidak apa, lain waktu saya akan kembali ke Maroko.. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s