Hanoi Rocks

Dari 10 ibukota negara-negara ASEAN, Hanoi merupakan ibukota yang jaraknya paling jauh dari Jakarta. Sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta menuju Hanoi. Untuk menuju Hanoi, anda harus transit di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok atau Ho Chi Minh City. Jarak terbang Jakarta-Hanoi sekitar 3.040 km. Dengan waktu transit, total waktu yang ditempuh untuk menuju Hanoi setidaknya memerlukan waktu sekitar 7 jam.

Desember 2017 ini saya berkesempatan berkunjung ke Hanoi. Ini adalah kunjungan pertama saya ke Vietnam. Saya menumpang pesawat Malindo Air dari Jakarta, pesawat kami meninggalkan Jakarta jam 05.45 WIB, tiba di KL jam 8.50 waktu KL. 

Selama transit sekitar 3 jam kami menunggu sambil sarapan di restoran Grandmama’s. Berangkat lagi dari KL jam 12.10 dan tiba di Hanoi jam 2.20 siang waktu Hanoi. Sampai di bandara Hanoi yang baru dan megah, antrian imigrasi lumayan panjang, menjelang natal dan tahun baru memang musim ramai turis. 

Keluar dari imigrasi, baggage collectionnya cukup lama, hampir 1 jam menunggu bagasi keluar. Setelahnya saya menuju ke arrival hall. Disana kami sudah ditunggu petugas dari Venus Travel, travel lokal di Hanoi yang saya gunakan untuk berwisata selama di hanoi dan sekitarnya. 

Perjalanan dari bandara menuju Lenid Hotel di tempuh sekitar 1 jam. Lenid Hotel ini adalah hotel bintang 4 lokal yang berlokasi di kawasan Hoan Kiem district, destinasi utama turis di Vietnam. Kamarnya cukup luas, sekitar 36m2, dengan disain modern klasik.

Di kawasan ini terdapat danau Hoan Kiem dengan beberapa temple di sekitarnya, dan kawasan Old Quarter, atau kota lama Hanoi, yang dulunya merupakan kawasan pusat pemerintahan dan perniagaan di era kolonialisme Perancis. Tidak heran, beberapa bangunan di kawasan Old Quarter ini bergaya arsitektur perancis. 

Setelah check in di hotel, kami mengeksplorasi kawasan Old Quarter ini dengan berjalan kaki. Menyenangkan sekali kawasan ini untuk dijelajahi di sore hari. Udara cukup sejuk, meskipun Vietnam secara geografis terletak di kawasan Asia tenggara, kota Hanoi yang terletak di utara Vietnam ini sudah masuk dalam zona sub tropis. Karenanya, suhu udara siang hari  di akhir Desember ini cukup sejuk, sekitar 18-22 derajat celcius, dan dimalam hari cukup dingin sekitar 12-15 derajat celcius.

Setelah mengeksplorasi kawasan Old Quarter, kami mencari makan malam di sekitar hotel, pilihan kami malam ini makan di resto Quan An Ngon, yang menyajikan kuliner khas Vietnam. Saya pesan menu khas nya Pho Bo Chin, dan Mamgo Salad Seafood, rasanya segar dan lezat. 

Penutupnya pesan desert 3 colours sweet bean soup. Makan bertiga disini harganya sekitar VND 500.000, atau sekitar 300ribu rupiah. Vietnam Dong merupakan satu dari sedikit mata uang yang nilainya lebih rendah dari Rupiah, saat kami disana 1 USD dapat ditukar dengan 22.640 VND. 1 rupiah kurang lebih bernilai 1,67 VND. 

Setelah makan, kami berjalan kaki kembali ke hotel. Melewati banyak tempat-tempat makan di pinggir jalan. Rupanya di Hanoi ini tradisinya makan malam di rumah-rumah makan pinggir jalan, tapi makannya di trotoar. Mirip lesehan di Yogya, bedanya di Hanoi duduknya di bangku-bangku pendek seperti dingklik. Sampai di hotel jam 8 malam, kami beristirahat untuk persiapan wisata besok ke Ha Long bay.

Pagi 25 Desember, kami sarapan di hotel. Menu sarapan di Lenid hotel ini ada Pho nya juga. Sekitar jam 7 45, kami dijemput oleh bus travel yang akan membawa kami ke Ha Long bay. Bus berkeliling ke beberapa hotel di kawasan Hoan Kiem untuk menjemput peserta tour lainnya. Jam 8.30 kami meninggalkan Hanoi menuju Ha Long Bay. Perjalanan di tempuh sekitar 4 jam, termasuk satu kali stop di rest area yang juga merupakan pusat handicraft karya warga disabled.

Jam 12.30 kami tiba di Ha Long bay. Setelah menunggu pembagian tiket di terminal perahu, kami di arahkan menuju perahu nomor 99. Tak lama perahu meninggalkan dermaga dan makan siang segera disajikan diatas kapal. Menunya ikan mas stim, cumi tumis bawang, telur dadar, tahu dan sayur tumis kol. Rasa makanannya tidak istimewa, yang dijual lebih pengalaman makan diatas perahunya.

Setelah makan, kami di bawa ke perhentian pertama, untuk bersampan di seputar Ha Long bay. Pilihannya ada 2, naik Canoe untuk dua orang, dayung sendiri, atau naik rakit bambu yang di dayung pemandu. Kami memilih naik rakit bambu, dan ternyata pendayungnya ibu-ibu. Semua pendayung rakit disini wanita separuh baya. Kami dibawa ke beberapa pulau di sekitar Ha Long bay selama sekitar 30 menit, melewati beberapa gua alam.

Setelah keliling naik rakit bambu, kami kembali ke perahu dan berlayar selama sekitar 30 menit menuju gua Thien Cung. Untuk memasuki gua ini kita mendaki sekitar 200 anak tangga. Gua ini cukup besar, di dalamnya banyak ruang-ruang yang terlihat cantik di sorot lampu-lampu penerangan. Di dalam gua kontur lintasannya juga naik turun. Untuk mendaki, berkeliling gua dan keluar, perlu waktu sekitar 40 menit. 

Sekitar jam 4.30 sore kami meninggalkan kawasan Ha Long bay untuk kembali ke Hanoi. Perjalanan pulang ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam. Memasuki kota Hanoi, saya minta di drop di sekitar danau Hoan Kiem, mau cari kuliner di sekitar situ. Rekomendasi dari tripadvisor adalah resto Duong’s, tapi sampai sana ternyata restonya fully booked. Kami akhirnya makan di resto Alfresco yang menyajikan makanan Italia. Setelah makan, kami jalan kaki menuju hotel, melewati Hanoi cathedral yang suasananya sangat ramai dengan warga yang merayakan natal.

Sampai hotel tak terasa sudah hampir jam 11 malam. Capek juga seharian jalan.. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s