Kong For A Day…

Dimasa perang Vietnam antara tahun 60an-70an awal, istilah Kong identik dengan Viet Cong (dibaca viet kong), sebuah organisasi politik di Vietnam Selatan, yang berjuang melawan pemerintah Vietnam Selatan dukungan Amerika Serikat. Organisasi Viet Cong saat itu memiliki bala tentara sendiri, yang gigih bergerilya melawan tentara pendudukan Amerika Serikat, sehingga lama kelamaan istilah Viet Cong atau Kong ini identik dengan tentara gerilyawan yang menjadi momok bagi tentara Amerika Serikat. Ratusan ribu tentara Amerika Serikat tewas selama perang Vietnam, sebagian besar tewas akibat perlawanan sengit tentara Viet Cong. Akhirnya Amerika Serikat angkat kaki dari Vietnam Selatan, kemudian Vietnam Utara dan Selatan bergabung kembali menjadi satu negara pada tahun 1975.

Antara tahun 70an – 90an, banyak film Hollywood yang dibuat mengenai perang Vietnam, membuat istilah Viet Cong atau Kong semakin populer, identik dengan tentara gerilyawan Vietnam. Namun sejak tahun 2017, istilah Kong di Vietnam memiliki makna baru. Kini Kong mulai diidentikkan dengan ikon wisata baru Vietnam, Trang An. Desa Trang An yang berjarak sekitar 67 km di selatan Hanoi ini menjadi lokasi shooting film Kong – The Skull Island. Film reboot King Kong produksi Hollywood ini sukses menjadi film blockbuster dengan penghasilan box office sebesar USD 567 juta di tahun 2017 lalu. Salah satu kunci kesuksesan film ini adalah pemandangan alamnya yang sangat indah. Sebagian besar lokasi outdoor film ini di ambil di Vietnam, kawasan sekitar Ha Long bay, dan terutama di kawasan Trang An. Mereka yang terlibat dalam pembuatan film ini mengatakan, Trang An adalah salah satu tempat paling indah di dunia.

kong-skull-island-poster-jp

Saya menonton film Kong ini di pertengahan tahun 2017 lalu, memang film ini selain menampilkan kecanggihan teknologi CGI dan animasi yang sangat keren, juga menampilkan pemandangan alam yang cantik. Setelah menonton film ini saya kemudian melakukan pencarian di internet mengenai lokasi shooting Kong – The Skull Island ini, dapatlah informasi bahwa lokasinya di Ha Long Bay dan Trang An, Vietnam. Sayapun kemudian merencanakan wisata ke Vietnam untuk melihat sendiri keindahan alam yang saya lihat di film, kebetulan saya memang belum pernah ke Vietnam dan sebetulnya sudah lama kepingin wisata kesana, klop lah.. 😀

Hari pertama dan kedua di Vietnam sudah saya tulis dalam catatan sebelumnya disini. Hari ketiga, tanggal 26 Desember 2017, saya dan keluarga berwisata dalam kota Hanoi, mengunjungi West lake dan Tran Quoc temple, Ho Chi Minh mausoleum, one pillar pagoda, temple of Literature, Museum of Ethnology, danau Hoan Kiem dengan  red bridge nya dan Ngoc Son temple.

Tanggal 27 Desember pagi, kami dijemput di hotel oleh travel yang akan membawa kami ke Trang An. Jam 7.30 kami dijemput di hotel dan rupanya kami adalah tamu pertama yang dijemput, bus berkeliling hotel-hotel di seputaran old quarter menjemput peserta tour dari hotel lain. Akhirnya kami baru berangkat dari Hanoi sekitar jam 9 pagi. Perjalanan dari hanoi ke Trang An di tempuh selama sekitar 1,5 jam, dengan satu kali berhenti selepas exit toll, tempat perhentian ini merupakan toko souvenir di kawasan pompa bensin. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Hoa Lu, yang merupakan ibu kota lama Vietnam. Sampai di lokasi hujan cukup deras, kami harus membeli jas hujan sekali pakai agar tidak basah kehujanan.

Di lokasi ini terdapat dua temple yang jaraknya berdekatan. Kawasan temple ini dulunya merupakan tempat tinggal kaisar Dinh Le yang berkuasa di Vietnam antara tahun 968 sampai 979 masehi. Dan sekitar 500 meter dari sana, terdapat kawasan King Le temple, yang merupakan pusat pemerintahan kaisar Le antara tahun 979 sampai 1009 masehi. Pada periode tersebut, kekaisaran Vietnam merupakan bagian dari kekaisaran China, jadi di kawasan temple ini banyak aksara China yang digunakan dalam berbagai relief dan ukiran. Dari lokasi ini kami kemudian makan siang di restoran lokal. Menu makan siangnya buffet, tapi rasa makanannya kurang cocok dengan selera.

Setelah makan siang, kami melanjutkan wisata ke kawasan Trang An. sampai di lokasi, kami dibawa ke auditorium, melihat film dokumenter tentang Trang An, yang juga memuat cuplikan dari film Kong, kemudian kami diajak naik perahu menyusuri sungai di sela-sela perbukitan karst Trang An ini. Saat kami naik perahu, cuaca masih hujan dan agak berkabut, membuat bukit-bukit di depan sana terlihat samar, makin mirip dengan suasana di film Kong 😀

Sekitar 1 jam pertama kita diajak berkeliling sungai, memasuki empat gua alam dengan perahu yang didayung oleh wanita penduduk setempat. Gua-gua alam ini cukup indah, sebagian pendek saja kedalaman guanya, sekitar 20an meter, tapi ada juga yang panjang, lebih dari 100 meter. Hampir semua gua yang di masuki perahu ini atapnya sangat rendah, di sebagian titik lintasan, penumpang perahu harus merunduk jika tidak ingin kepalanya terbentur batu.

Setelah mengelilingi sungai dan gua-gua disana, penumpang perahu dibawa ke Kong island. Inilah pulau kecil di tengah sungai Trang An yang dijadikan lokasi utama film Kong : Skull Island. Setelah turun dari perahu kita bisa melihat dua temple yang cukup besar. Dari sana kita berjalan kaki menuju beberapa lokasi dan property film, yang kemudian dilestarikan sebagai obyek wisata.

Dari jalan setapak di pulau ini, kita diarahkan ke tepian sungai, yang menjadi lokasi scenes perkelahian Kong dan monster berkaki 2. Dari sana kita lanjut ke lokasi kerangka pesawat, yang telah di modifikasi sebagai perahu motor yang digunakan di berbagai adegan film. Kerangka pesawat/perahu ini di tempatkan di tengah lintasan pejalan kaki, jadi kita pasti melewati bagian dalam pesawat/perahu ini.

Lokasi terakhir di Kong island ini adalah setting desa ‘penduduk asli’. Di lokasi ini dibuat rumah-rumah dari kayu berbentuk kerucut, lengkap dengan ‘penduduk asli’ berbaju merah membawa tombak dan parang, seperti adegan penduduk asli di filmnya. Wisatawan bisa berfoto di rumah-rumah ‘penduduk asli’ ini. Bisa juga berfoto dengan para ‘penduduk asli’ yang sebetulnya adalah karyawan dari kompleks wisata Trang An. Sebagian karyawan ini ikut main di film kong sebagai figuran memerankan penduduk asli.

Di sisi utara pulau, perahu sudah menunggu wisatawan yang telah selesai berkeliling Kong islang. Dari sini kita kembali ke dermaga awal yang terletak di depan auditorium. Perjalanan keliling kompleks Trang An ini total sekitar 2 jam, perjalanan singkat yang sangat berkesan. Buat anda yang sudah nonton film Kong dan kebetulan berkunjung ke Hanoi, jangan lewatkan berkunjung ke Trang An. pemandangannya cantik, plus bisa melihat dan berfoto di setting lokasi salah satu film blockbuster Hollywood 🙂

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s