The Amazing Petra, Jordan

Setelah menempuh penerbangan sekitar 3 jam dari Muscat, pesawat kami tiba di bandara Amman, Jordan sekitar pukul 18.30. Pengurus dari travel kami rupanya punya kerjasama yang cukup baik dengan imigrasi Jordan. Kami tidak perlu mengantri atau mengisi formulir imigrasi, paspor kami di kumpulkan petugas dan kami langsung menunggu di arrival hall sambil mengambil bagasi. Sekitar ½ jam kemudian, paspor kami telah selesai di proses secara kolektif di imigrasi Jordan dan kami menuju bis yang telah menunggu.

Dari bandara Amman kami langsung menuju masjid Ashabul Kahfi, yang ditempuh sekitar 20 menit dari bandara. Kami sampai tepat saat adzan maghrib, tidak banyak warga lokal yang shalat di masjid ini, selain rombongan kami, tidak lebih dari 10 orang warga setempat yang shalat disini. 

Masjid Ashabul Kahfi ini berada satu lokasi dengan gua Al Kahfi, gua yang di riwayatkan dalam Al Quran, dimana 7 orang pemuda dan seekor anjing tertidur selama 309 tahun. Setelah shalat, kami menuju ke gua Al Kahfi yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari masjid.

Sebetulnya ada beberapa pendapat tentang lokasi gua Al Kahfi ini, ahli-ahli sejarah dan Kristologi menyebutkan lokasinya di Ephesus, Turki, sementara versi lain menyebutkan lokasinya di daerah Abu Qasiyun, Syria. Memang tidak ada yang tahu pasti lokasi gua Al Kahfi yang sesungguhnya, namun dari berbagai tanda alam dan peninggalan sejarah yang ditemukan di kawasan Abu Alanda, Jordan ini, banyak yang meyakini bahwa inilah lokasi gua Al Kahfi yang di riwayatkan dalam Al Quran.

Gua Al Kahfi yang kami datangi ini tidak terlalu besar, dari pintu masuk utamanya ada 4 ruang, ruang utama, lalu ruang kiri, kanan dan ruang belakang. Karena saat kami berkunjung kesana di malam hari, sumber penerangan berasal dari lampu-lampu yang di pasang di dalam gua. Kabarnya di siang hari sebagian cahaya matahari bisa masuk menembus ruangan dalam gua melalui celah-celah batu di atas gua. 

Di ruangan kiri ada semacam dipan dari batu di kiri kanan tangga, di dindingnya ada pecahan batu bertuliskan kaligrafi arab. Di Ruang kanan ada lubang yang di tutup kaca, dibawahnya ada beberapa potongan tulang yang di duga merupakan tulang dari anjing para pemuda Al Kahfi. Di ruang belakang di tempatkan lemari kaca yang diisi beberapa artefak seperti kendi, gelas minum dari tanah liat dan pecahan2 batu bertuliskan aksara romawi dan arab. Sekitar 30 menit kami berada di gua Al Kahfi, lalu kami menuju hotel untuk makan malam dan istirahat.

Rabu pagi 30 Agustus, setelah sarapan kami meninggalkan hotel untuk menuju kota Petra sekitar jam 7.30 pagi. Namun sebelumnya kami mampir di masjid nabi Syuaib, dimana di yakini dulunya nabi syuaib pernah bermukim di kawasan tersebut. Di samping masjid terdapat sebuah makam, yang di duga merupakan makam nabi Syuaib, namun menurut pemandu wisata, hal tersebut belum dapat di pastikan. Makam nabi Syuaib ini sepertinya merupakan salah satu makam yang menjadi tujuan ziarah utama bagi kaum Sufi. Pengurus masjid dan makam ini berpakaian seperti kaum Sufi, dan saat kami disana juga ada pengikut Sufi yang berdoa di makam dengan tatacara Sufi.

Sekitar jam 8.30 kami melanjutkan perjalanan menuju Petra.  Jarak antara Amman-Petra sekitar 240 km, di tempuh selama sekitar 4 jam dengan bis, termasuk wakti istirahat sekitar ½ jam di rest area. Sekitar jam 12 siang kami tiba di Petra, dan makan siang bersama terlebih dahulu di restoran disana. Menunya makanan lokal Jordan, aneka daging barbeque dengan salad dan roti pita. Cukup enak dan mengenyangkan.

Setelah makan, kami lanjut ke kawasan wisata utama Petra, yaitu kawasan pemukiman dan kuil yang di pahat di dinding-dinding tebing. Lokasi ini sangat terkenal sebagai salah satu bukti tingginya budaya dan peradaban di masa sebelum masehi. Banyak film Hollywood yang mengambil lokasi ini sebagai lokasi utama di film, seperti film Indiana Jones and The Last Crusade, Transformers – Revenge of The Fallen, The Mummy Returns, Mortal Kombat dan lainnya. Komik favorit saya, Tintin, juga menggambarkan lokasi Petra dengan cantiknya dalam episode The Red Sea Sharks.

Dari pintu loket karcis, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 2,5km menuju lokasi bangunan utama. Bagi yang tidak kuat berjalan, bisa naik anong dengan membayar USD 40 pergi-pulang atau USD 30 sekali jalan. Tapi kalau kita naik andong, tidak bisa berhenti-berhenti dijalan jika melihat pemandangan yang indah. Nyaris semua peserta memilih berjalan kaki agar bisa foto-foto. Sekitar 1 km pertama, kita berjalan melewati lembah bukit terbuka, yang saat itu cukup terik dengan suhu sekitar 38 derajat. 

Selanjutnya kita akan memasuki kawasan di antara celah-celah bukit yang terjal sekitar 1,5 km berikutnya, kawasan ini dikenal sebagai Siq. Pemandangan Siq ini sangat cantik, banyak spot-spot yang bagus untuk berfoto dan selfie. 

Di beberapa tempat bahkan ada spot ray of light, cahaya matahari menembus celah-celah tebing. Warna dinding yang agak kemerahan membuat sebagian orang menyebut Petra sebagai The Red Rose City.

Sekitar 20 menit berjalan kaki di Siq, tibalah kita di bangunan utama di Petra ini, Al Khazneh Nabatean Temple. Bangunan utama yang seperti bangunan2 lantai dipahat di dinding tebing ini merupakan kuil pemujaan yang di bangun oleh kaum Nabatean, sekitar 300 tahun sebelum masehi.  

Kecantikan bangunan yang di pahat di tebing ini menjadikan Petra sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1985, dan pada tahun 2007 di tetapkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru. Pengunjung tidak dibolehkan masuk ke gedung utama Nabatean temple, hanya bisa melihat dari luar saja. Saat berkeliling di sekitar Al Khazneh Nabatean temple ini, saya menemukan satu spot yang sama persis pemandangannya dengan yang ada di komik Tintin.

Di belakang Nabatean temple ini ada kompleks pemukiman warga Nabatean di jaman dahulu, yang juga di pahat di dinding tebing. Ratusan rumah tinggal warga Nabatean ini saat ini dibiarkan kosong. 

Sekitar 1 km dari nabatean temple terdapat lokasi amphi theater, arena berbentuk setengah lingkarang untuk pertunjukan, seperti  bangunan-bangunan peninggalan kerajaan Roma. 

Kompleks Petra ini sangat luas, jika anda mau menjelajahi seluruh obyeknya, perlu waktu berjalan kaki sekitar 3 jam, satu arah. Bolak baliknya bisa 6-7 jam. Sementara kami hanya di beri waktu sekitar 3 jam di kawasan Petra ini. Sayapun membatasi eksplorasi saya hanya sampai di kawasan amphi theater dan sekitarnya.

Sekitar jam 4.30 sore kami meninggalkan kawasan Nabatean temple, karena sudah harus kembali di bis jam 5 sore. Sebagian peserta tour yang sudah lelah memilih kembali ke visitor’s centre dengan naik andong, saya memilih jalan kaki, sambal melihat sisi-sisi lain dari kawasan petra yang luput dari pengamatan awal saat berangkat. 

Ternyata banyak spot-spot menarik yang baru terlihat dalam perjalanan pulang, termasuk beberapa rumah batu di kawasan perbukitan luar. Secara keseluruhan, pemandangan dan sejarah peradaban Petra memang luar biasa, tidak heran jika banyak orang memasukkan Petra dalam daftar ‘places you have to see before you die’.

Jam 5 sore kami meninggalkan Petra untuk kembali ke Amman, perjalanan panjang selama 4 jam terasa membosankan, saya memilih untuk tidur aja di bis 😀 Sampai di hotel sekitar jam 9 malam, langsung makan malam dan istirahat. Besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan ke Israel-palestina

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s