17 Lokasi Cover Album Rock

Saya hobi travel, saya juga hobi mendengar dan mengoleksi album serta memorabilia musik rock. Dalam banyak hal, kedua hobi ini bisa jalan berbarengan. Selain nonton konser ataupun berburu koleksi, ada satu hal yang menarik minat saya untuk mengunjungi tempat tertentu saat sedang travel, yaitu lokasi-lokasi yang pernah dijadikan (bagian dari) cover album-album rock.

Sebagian lokasi-lokasi ini memang merupakan tempat wisata yang populer, mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa lokasi tersebut pernah dijadikan cover album rock. Sebagian lagi hanya merupakan tempat biasa, kadang hanya suatu sudut jalan, jendela gedung  ataupun dinding bangunan, Mungkin hanya penggemar tertentu saja yang tahu lokasi-lokasi yang digunakan untuk cover album tersebut.

Karena kebanyakan band rock terkenal berasal dari Inggris dan Amerika Serikat, tidaklah heran jika lokasi-lokasi ini kebanyakan berada di kota London ataupun New York. Namun juga ada cover album rock populer yang memgambil lokasi di Paris, Tokyo, Sydney, bahkan juga Bali.

Penasaran? yuk kita simak  lokasi-lokasi yang pernah dijadikan cover album rock, yang pernah saya kunjungi..

1. Abbey Road, London

Mungkin ini adalah lokasi cover album yang paling terkenal di dunia. Sejak The Beatles merilis album Abbey Road pada tahun 1969 dengan cover keempat anggota The Beatles menyeberangi Abbey Road, jalan ini telah menjadi salah satu magnet wisata di kota London. Setiap hari selalu ada wisatawan yang berusaha mereplikasi gaya The Beatles saat menyeberangi jalan ini. Namun karena jalan ini merupakan jalan umum yang lalu lintasnya cukup ramai, seringkali ulah wisatawan yang sibuk berfoto disini membuat kawasan ini jadi macet. Waktu terbaik untuk berfoto di jalan ini adalah Sabtu atau Minggu pagi, jalanan masih relatif sepi, Setelah The Beatles, banyak artis lain yang juga ikut-ikutan membuat cover album dengan pose menyeberangi Abbey Road ini, antara lain Red Hot Chili Peppers (Abbey Road EP), Kanye West (Live At Abbey Road Studios), dan band Indonesia J-Rocks (Road To Abbey)

 

2. Big Ben, London

Big Ben yang merupakan bagian dari Westminster palace, digunakan sebagai latar belakang album perdana The Who, My Generation yang dirilis pada tahun 1965. Cover dengan latar belakang Big Ben ini hanya digunakan untuk rilis album di Inggris saja, sementara untuk pasar Amerika The Who menggunakan foto yang berbeda. Yang pernah ke London, pasti sudah pernah berfoto disini kan..? 🙂

 

3. Tower Bridge, London

Setelah The Beatles bubar, Paul McCartney bersama istrinya Linda McCartney membentuk band Wings. Untuk cover album studio ke 6 Wings yang berjudul London Town, dirilis pada tahun 1978, Paul McCartney memilih foto dengan latar belakang Tower Bridge, yang merupakan salah satu ikon wisata kota London. Jembatan yang bagian tengahnya bisa diangkat ini memang merupakan jembatan yang sangat fotogenic, cakep buat di foto. Di malam hari jembatan ini terlihat lebih indah dengan hiasan cahaya lampu.

 

4, Battersea Powerstation, London

Jika anda bukan penggemar classic rock, mungkin gedung bekas pembangkit listrik ini tidak berarti apa-apa. Tapi bagi penggemar musik rock, khususnya fans Pink Floyd, bangunan ini menjadi salah satu tujuan wisata wajib jika ke London. Sebabnya, gedung ini dijadikan cover salah satu album laris Pink Floyd, Animals, yang dirilis pada tahun 1977. Sejak tahun 1980an, pembangkit listrik bertenaga batu bara ini tidak lagi digunakan, karena letaknya yang ditengah kota London, penggunaan batubara yang menghasilkan asap hitam dianggap terlalu polutif. Sejak tahun 2010an, kawasan Battersea ini dibangun ulang menjadi kawasan hunian dan komersial, namun bangunan bekas pembangkit ini tetap dipertahankan.

 

5. Stonehenge, Amesbury

Banyak misteri yang belum terpecahkan mengenai kompleks batu raksasa Stonehenge, di barat Inggris ini. Arkeolog meyakini bahwa tempat ini adalah kompleks pemakaman dan tempat kremasi jenazah sejak 3.000 tahun sebelum masehi. Sebagian orang meyakini bahwa lokasi ini merupakan lokasi pendaratan alien pada ribuan tahun yang lalu. Berbagai misteri ini menbuat Stonehenge menjadi salah satu obyek wisata yang terkenal di Inggris. Salah satu band blues rock asal Inggris, Ten Years After merilis album berjudul Stonedhenge pada tahun 1969. Tentunya judul album ini terinspirasi oleh stonehenge, dan susunan bebatuan stonehenge digunakan sebagai cover albumnya. Band Amerika Aerosmith, juga pernah menggunakan sebagian bebatuan stonehenge ini untuk cover albumnya Rock In A Hard Place yang dirilis pada tahun 1982.

 

6. East 23rd St. & 8th Avenue, New York

Sudut jalan di kota New York ini sebetulnya merupakan persimpangan jalan biasa. Tidak ada yang istimewa di persimpangan jalan ini yang membuat turis tertarik untuk berkunjung. Namun, bagi penggemar band KISS, sudut jalan dengan tiang traffic light ini memiliki arti khusus. Sudut jalan ini digunakan sebagai lokasi pemotretan yang kemudian dijadikan cover album Dressed To Kill, yang dirilis pada tahun 1975, dan menampilkan salah satu hits terbesar KISS, Rock And Roll All Nite. Jika ada wisatawan yang berfoto di tiang traffic light di sudut jalan ini, bisa dipastikan dia adalah fans KISS, seperti saya.. 😀

 

7. Apartemen St. Mark’s Place, New York

Lokasi ini juga sebetulnya merupakan gedung apartemen biasa di New York, tepatnya di antara 96th dan 98th Street, kawasan East Village. Gedung ini kemudian menjadi terkenal setelah band Led Zeppelin menggunakannya sebagai cover untuk album studio ke 6, Physical Graffiti yang dirilis pada tahun 1975. Aslinya, gedung apartemen ini merupakan gedung 5 lantai, namun untuk cover album Physical Graffiti, satu lantai (lantai 4) terpaksa di ‘buang’ dengan edit foto menjadi gedung 4 lantai, agar bentuknya pas dengan format cover LP yang berbentuk bujur sangkar. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1981, The Rolling Stones membuat video klip lagu “Waiting on A Friend” di tangga depan gedung ini.

 

 

8. Liberty Statue, New York

Sebagai salah satu landmark dan ikon wisata Amerika Serikat, patung Liberty di New York ini cukup sering dijadikan cover album band rock, baik dalam bentuk aslinya maupun ilustrasi dan parodi. Musisi rock yang pernah menggunakan Liberty Statue sebagai cover albumnya antara lain Bob Seger and The Silver Bullet Band (The Fire Inside – 1991) Smashing Pumpkins (Zeitgeist – 2006), Ugly Kid Joe (America’s Least Wanted – 1992), Helloween (My God Given Right – 2015), Sacred Reich (The American Way – 1990). Band KISS juga menggunakan kepala patung Liberty sebagai stage prop dalam tour Revenge 1992-1993, dengan efek kepala patung meledak menyisakan tengkorak berwarna metal.

 

9. Golden Gate Bridge, San Fransisco

Kota San Fransisco yang terletak di pantai barat Amerika Serikat, terkenal dengan landmarknya, Golden Gate Bridge. Jembatan sepanjang 2.737 meter ini melintang di atas selat Golden Gate dengan teknologi suspension bridge. Jembatan berwarna merah ini merupakan salah satu jembatan yang paling banyak di foto di dunia. Band hard rock asal San Fransisco, Night Ranger, mengabadikan landmark terkenal di kota mereka dalam cover album studio berjudul High Road, rilis pada tahun 2014.

 

10. Whiskey A Go Go, Los Angeles

Whiskey A Go Go merupakan salah satu club rock yang paling terkenal dan berjasa besar dalam memperkenalkan band-band hard rock dan glam metal pada tahun 80an. Sangat banyak band hard rock tahun 80an membangun reputasi dan fanbase mereka dengan manggung di club yang terletak di Sunset Strip, Hollywood, Los Angeles ini. Sebut saja Motley Crue, Ratt, L.A. Guns, Dokken, Great White dan banyak lagi, memulai karir mereka dengan manggung disini. Termasuk juga band Stryper  dengan gimmick christian rock, sukses menembus industri rekaman setelah rutin manggung disini. Untuk mengenang jasa club ini, pada tahun 2014 Stryper merilis album Live At Whisky, dengan cover signboard club Whiskey A Go Go yang legendaris tersebut. Selain Stryper, band Kansas dan vokalis Motley Crue, Vince Neil juga pernah merilis album Live At The Whisky.

 

11. Sunset Strip, Los Angeles

Pada tahun 1980an, kawasan Sunset Strip di Hollywood, Los Angeles merupakan pusat trend musik rock dunia, Band-band yang populer di club-club di kawasan Sunset Strip kemudian banyak yang mampu meraih sukses komersial di dunia musik rock. Ugly Kid Joe adalah salah satunya. Band yang terkenal dengan hits “Everything About You” ini merilis album studio ke 3 nya, Motel California pada tahun 1996. Cover album ini mengambil lokasi di salah satu bangunan di kawasan Sunset Strip. Untuk keperluan cover album, bangunan tersebut di photoshop seolah-olah merupakan motel california.

 

12. Hollywood, Los Angeles

Salah satu landmark terkenal di Amerika Serikat adalah Hollywood sign, yang berada di Mount Lee, Los Angeles. Hollywood sign ini telah di daftarkan trade mark nya. Artinya, penggunaan Hollywood sign ini untuk foto dengan tujuan komersial harus memperoleh izin dan membayar royalty. Band rock Amerika/Armenia, System of A Down merilis album keduanya, Toxicity, pada tahun 2001, dengan memodifikasi hollywood sign ini menjadi nama band System of A Down.

 

13. Arc Du Triomph, Paris

Paris adalah salah satu kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan di seluruh dunia. Setiap tahun nya, lebih dari 18 juta wisatawan mengunjungi kota ini. Tidak hanya untuk wisata, Paris juga merupakan salah satu kota yang banyak di datangi artis dan musisi rock untuk melakukan konser disana. Pada bulan November 1979, band rock Supertramp melakukan konser di Paris, dan setahun kemudian, rekaman konser di Paris ini dirilis menjadi live album pada bulan September 1980. Album ini menampilkan lukisan alah satu ikon wisata Paris yang paling terkenal, Arch Du Triomph sebagai covernya. Album live ini sukses besar, berhasil menduduki tangga ke 8 di Billboard Top 200 albums, single ‘Dreamer’ versi live dari album ini juga tembus top 10 di Billboard Hot 100 singles.

 

 

14. Shinjuku, Tokyo

Setelah band punk rock legendaris Sex Pistols bubar pada tahun 1978, vokalisnya Johnny Rotten membentuk band baru, Public Image Limited, yang seringkali disebut sebagai PIL. Meskipun tidak se sukses The Sex Pistols, band PIL mampu berumur panjang dan menghasilkan banyak album studio dan live albums. Salah satu album live yang dirilis PIL adalah album Live in Tokyo. Cover album Live in Tokyo ini mengambil lokasi di persimpangan jalan terkenal di Tokyo, Shinjuku. Persimpangan jalan ini dikenal dengan electronic billboard signs berukuran raksasa di berbagai sudutnya, dan menjadi salah satu lokasi hangout paling populer di Tokyo.

 

15. Harbour Bridge, Sydney

Harbour Bridge merupakan salah satu obyek wisata utama di kota Sydney Australia. Meskipun demikian, ternyata belum ada band rock terkenal asal Australia yang menggunakan landmark terkenal ini sebagai cover albumnya. Malahan, band metal asal Amerika, Megadeth, yang kemudian menggunakan image Harbour Bridge ini sebagai cover album paling anyarnya, Dystopia (2016). Sebetulnya, pemilihan Harbour Bridge ini bukan keputusan dari Megadeth sendiri, mereka mempercayakan disain cover album kepada artis Brent Elliot White. Dave Mustaine hanya menyampikan ide dasar konsep cover suasana masa depan, post apocalyptic scenes. Sang artis kemudian mengadopsi image Harbour Bridge dalam cover album Dystopia ini.

 

16. Pura Besakih (?), Bali

Munetaka Higuchi (almarhum) adalah drummer dari band rock nomer wahid dari Jepang, Loudness. Di sela-sela kesibukannya bersama Loudness, Munetaka Higuchi menyempatkan membuat beberapa album solo diluar Loudness. Album solo perdananya berjudul ‘Destruction’ yang dirilis pada tahun 1983. Yang menarik, cover album ini menampilkan foto gerbang pura khas Bali, dan candi bergaya candi jawa timur di tengahnya. Tidak ada info resmi di liner notes album ataupun situs-situs Loudness related, mengenai lokasi foto album ini. Namun di duga, foto cover ini merupakan kolase dari 2 candi yang berbeda, gerbangnya diduga gerbang dari pura Besakih Bali, dan candinya adalah salah satu candi hindu di Jawa Timur. Jika anda punya info akurat tentang lokasi foto cover album ini, mohon share informasinya.. 🙂

r-3681803-1409948810-6609-jpeg

17. Sphynx, Giza, Mesir

KISS merilis album studio ke 15 nya, Hot in The Shade pada tahun 1989. Album ini melejitkan single Forever, yang tembus top 10 Billboard Hot 100 Singles di posisi ke 8. Cover album ini merupakan foto close-up wajah patung Sphynx di Mesir, yang dipermak dengan kacamata Rayban. Properti kepala Sphynx ini juga menjadi properti panggung konser tour Hot In The Shade 1990-1991, dimana mata Sphynx menyorotkan sinar laser. Saya mengunjungi lokasi Sphynx di Mesir pada September 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s