A Passage from Moscow to Bangkok

Tanggal 16 April pagi, saya dan istri bersiap meninggalkan hotel ibis centre St. Petersburg. Dari hotel kami berjalan kaki sekitar 400 meter menuju stasiun kereta Moscovsky, tiba disana sekitar pukul 10 pagi, masih ada waktu 1 jam sebelum keberangkatan kereta menuju Moscow. Masih sempat membeli beberapa souvenir dan bekal minum serta snacks untuk di perjalanan. Saya sudah membeli tiket kereta ini secara online sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan, jadi masih dapat harga murah 1.990 rubel, atau sekitar Rp 467ribu per orang.

Tepat jam 11, kereta ekspress Sapsan meninggalkan St. Petersburg. Jarak antara St. Petersburg menuju Moscow sekitar 650 km, ditempuh selama sekitar 4 jam 40 menit dengan kereta express ini. Di beberapa tempat, kecepatan kereta melewati 200 km/jam. konon kecepatan maksimumnya bisa mencapai 350km/jam untuk yang kereta generasi baru, dan 250km/jam untuk yang generasi lama. Kereta Sapsan ini sangat nyaman, pramugarinya pun cantik-cantik. Kereta berhenti di 6 kota sebelum mencapai Moscow, setiap kali berhenti hanya sekitar 3 menit, tak banyak waktu untuk melihat-lihat stasiun di setiap perhentian.

Sekitar pukul 14:40 kami tiba di stasiun Leningradsky di Moscow. Keluar stasiun kami mencari makan siang dulu di salah satu chain pizza lokal di samping stasiun kereta. Il Patio. Makanan cukup enak dan tersedia menu dalam bahasa Inggris. Makan berdua disini sekitar 1.000 rubel. Setelah makan, saya memesan taksi online Yandex. Sebetulnya stasiun Leningradsky ini bersebelahan dengan stasiun metro Komsomolskaya, tapi mengingat cuaca sedang hujan dan kami banyak bawa barang, kami lebih memilih naik taksi untuk menuju Izmailovo Beta Hotel.

Kami tiba di hotel sekitar jam 16:00, langsung check in dan mendapatkan kamar di lantai 9. Berbeda dengan saat pertama kami tiba di hotel ini 2 pekan sebeleumnya, lantai 9 ini sudah di renovasi. Kamarnya terlihat modern, tempat tidur, furniture dan TV nya model kekinian, sungguh berbeda dengan kamar kami sebelumnya di lantai 22. Setelah rehat sejenak di kamar, kami lanjut jalan kaki ke kompleks Little kremlin dan Izmailovsky market. Tempat wisata dan belanja ini jaraknya hanya sekitar 600 meter dari hotel kami menginap.

Little Kremlin ini adalah kompleks wisata seperti taman mini, di kompleks ini dibuat banyak anjungan dan bangunan yang terinspirasi dari bangunan-bangunan terkenal di Russia, namun dengan sentuhan disain yang berbeda. Ada banyak restoran, toko, bar bahkan juga gereja di dalam kompleks ini. Untuk memasuki little Kremlin ini tidak dipungut biaya masuk. Little Kremlin ini bersebelahan dengan Izmailovsky market, pasar souvenir terkenal di Moscow.

Pasar Izmailovsky bentuknya pasar setengah terbuka. terdiri dari beberapa lorong kios berjejeran. Segala souvenir khas Rusia dapat ditemukan disini, mulai dari Matriyoska, Ushanka, berbagai kaos, fridge magnets, piring hias, shawl, mantel bulu dan lainnya. Pasar ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Saat kami tiba disana sudah sekitar pukul 5 sore, sebagian pedagang sudah menutup kiosnya, hanya sebagian kecil saja yang masih berjualan. Belanja disini juga bisa tawar menawar, umumnya harga jadi bisa turun 30% dari harga penawaran awal. Karena sebagian kios sudah tutup, kami hanya berbelanja beberapa souvenir disini, niatnya besok pagi akan kesini lagi.

Dari Izmailovsky market, kami kembali ke hotel untuk menyimpan belanjaan, dan kemudian langsung jalan lagi ke arah pusat kota. Tujuan pertama kawasan Pyatnitskaya, yang merupakan kawasan street shopping. Banyak restoran dan toko-toko fashion di sepanjang jalan ini. Untuk menuju kawasan ini, stasiun metro terdekat adalah Novokuznetskaya. Jalan malam di kawasan ini terasa menyenangkan, bangunan-bangunannya bergaya Eropa klasik, seperti di Paris. Saat berjalan-jalan disini saya melihat electronic billboard yang menayangkan iklan konser KISS, yang akan tampil di Moscow pada tanggal 1 Mei. Wah, sayang banget saya sudah harus pulang dari Moscow tanggal 17 April 🙂

Berjalan di sepanjang kawasan pertokoan ini tidak terasa di kejauhan sana sudah terlihat kompleks Kremlin dan St. Basil. Namun untuk menuju kesana ternyata kami harus berjalan kaki melewati dua jembatan. Kali ini kami memasuki kawasan red square dari arah belakang. Pemandangan kremlin dan katedral St. basil terlihat sedikit berbeda dari arah belakang ini, yang pasti jauh lebih sepi dari kerumunan wisatawan yang umumnya datang dari arah utara. Karena kami sudah dua kali ke kawasan Red Square sebelumnya, saya dan istri langsung menuju GUM, mall besar yang ada di red square ini. Disinipun kami tak lama, kami kemudian  menuju sisi utara Kremlin, untuk melihat api abadi yang ada di halaman kremlin.

Selanjutnya kami memutuskan untuk menjalani metro stations tour. Salah satu daya tarik kota Moscow adalah stasiun-stasiun metro nya yang dibuat dengan sentuhan seni yang tinggi. Jika sebelumnya kami keluar masuk stasiun metro asal lewat saja, malam ini kami sengaja menjadikan beberapa stasiun metro sebagai tujuan wisata. Lumayan, hanya dengan modal 55 rubel per orang, bisa keliling-keliling berpindah metro utnuk melihat stasiun-stasiun yang cantik ini.

Selama kita tidak keluar stasiun, kita bisa menjelajahi banyak stasiun dengan satu kali bayar. Beberapa stasiun metro cantik yang kami datangi adalah Elektroskaya. Kievskaya, Arbatskaya, Mayakovskaya, Komsomolskaya dan Paveletskaya. Beberapa stasiun metro ini lebih mirip galeri seni, dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menghiasi stasiun. Setelah berkeliling stasiun metro, kami kembali ke hotel sekitar jam 11 malam untuk beristirahat.

Senin pagi 17 April, hari terakhir kami di Eropa dan Rusia, kami checkout dari hotel jam 10 dan menitipkan koper di concierge. Ternyata untuk nitip koper di concierge ini di charge 100 rubel per koper. Bayar deh 400 rubel 😀 Kami kemudian berjalan kaki ke arah Izmailovsky market, namun sebelum kesana, kami brunch dulu di salah satu restoran halal di kompleks Izmailovo. Restoran ini dimiliki oleh suami istri asal Azerbaijan. Kami memesan ayam panggang dengan nasi biriyani, enak banget rasanya 😛

Kemudian kami lanjut ke Izmailovsky market, keliling pasar yang pagi ini hampir semua kiosnya buka. Saat berkeliling pasar, saya menemukan satu kios yang menjual Matriyoska presiden Soekarno dan Joko Widodo. Dari ratusan kios yang ada di pasar ini, hanya kios ini yang menjual matriyoska presiden Indonesia. Saya ajak pemilik kios ngobrol, namanya Azis Sattorov, asal Turkmenistan. Dia juga bisa bahasa Indonesia, meski tidak terlalu lancar. Dari obrolan dengan Azis, dia mengaku belajar bahasa Indonesia dari staf KBRI yang sering belanja di kios dia. Dari staf KBRI ini pula dia disarankan membuat matriyoska presiden RI. Ternyata matriyoska presiden RI ini laris dan menjadi souvenir andalan di kios Azis. Sayapun membeli matriyoska Soekarno dan Jokowi tersebut. Sekitar jam 2 siang kami kembali ke hotel untuk packing terakhir.

Jam 3 sore saya memesan taksi Yandex menuju bandara Domodedovo. Perjalanan ke bandara di tempuh sekitar 40 menit dengan tarif taksi flat 900 rubel. Sampai di bandara, check in di counter Thai, di informasikan bahwa kami harus ambil bagasi di Bangkok, karena connecting flight kami dari Bangkok ke Jakarta tidak terlihat di sistem mereka. memang sih, sebelum berangkat ke Moscow saya sudah di email bahwa connecting flight Bangkok-Jakarta di geser 1 hari karena ada perubahan frekuensi penerbangan. Dari counter Thai, kami menuju imigrasi. Antrian imigrasi jalur foreign passport tidak panjang, di depan saya hanya ada 8 orang, tapi alamak, lama sekali proses imigrasinya, setiap orang sekitar 10 menit prosesnya, setelah lebih 1 jam mengantri baru tiba giliran saya, entah apa yang di kerjakan petugas imigrasi, paspor dibolak balik, di scan, di input datanya berulang-ulang nunggu lama.. sungguh berbeda dengan proses imigrasi saat kedatangan yang hanya 2-3 menit saja.

Di boarding lounge, kami bertemu dengan 2 orang Indonesia yang juga anggota komunitas backpacker international. Rupanya promo tiket Thai Airways 5 jutaan ini membuat banyak orang Indonesia tertarik berkunjung ke Moscow. Jam 18.25, pesawat Thai yang kami tumpangi berangkat dari Moscow, malam ini tidur di pesawat nih, untung kursi kelas ekonomi nya lumayan nyaman, dan inflight entertainment nya juga bagus-bagus film nya. Sambil nonton nggak terasa ketiduran.. 😀

Paginya kami dibangunkan awak pesawat untuk sarapan dan tak lama kemudian kami mendarat di Bangkok pada pukul 7.30 pagi, perjalanan selama 9 jam lebih nggak terasa karena banyak tidur :D. Selepas imigrasi Thailand dan pengambilan bagasi, saya mencari counter Thai airways di terminal kedatangan, untuk mengurus transport dan hotel yang di sediakan oleh Thai Airways karena perubahan jadwal. Setelah berkeliling sejenak, saya menemukan counter Airports of Thailand yang memajang beberapa nama penumpang, saya lihat, nama saya dan istri ada di salah satu display. Saya ambil display tersebut dan saya serahkan ke petugas counter. Tak lama kami dijemput oleh driver yang telah menunggu.
Kami diantar ke hotel dengan menggunakan sedan camry, gratis 😀 Saya dan istri di inapkan di hotel Ambassador, di kawasan Sukhumvit. Ini hotel bintang 4, dan lagi-lagi gratis, tanggungan Thai Airways karena perubahan jadwal. Saat kami check in jam 9 pagi, ternyata belum bisa check in. Pilihannya nunggu check in time jam 2 siang, atau bayar early check in 1.000 baht. berhubung pingin mandi pagi dan istirahat, saya bayar aja 1.000 baht, toh hotelnya juga udah dapet gratisan 😀

Setelah beristirahat, siangnya kami jalan-jalan ke kawasan Siam Square, belanja oleh-oleh dan makan siang. Kami makan siang di Siam Paragon, makan menu Thailand. Sengaja nggak mau terlalu kenyang, karena udah niat mau makan dessert di Mango Tango 😛 Buat saya, ke Bangkok itu tidak sah kalo nggak makan mango sticky rice duo duo di Mango Tango, gak pernah bosen.. 😛 Seharian itu saya dan istri keliling kawasan siam paragon, siam square dan MBK mall, sampe kaki pegel.

Malamnya kami makan tom yam goong di salah satu restoran di seberang MBK mall. Dari semua tom yam soup yang pernah saya coba, ini adalah salah satu tom yum goong yang paling enak, nyesel juga baru tau restoran ini sekarang.  Sekitar jam 11 malam, kami menuju stasiun BTS National Stadium untuk kembali ke Sukhumvit, tapi pas mau naik ke stasiun, kami melihat ada penjual durian monthong, seketika air liur terbit.. sekalian deh beli duren dulu. Sampai di hotel, di pintunya ada sign larangan membawa durian, alhasil malam-malam kami ngemper di pinggir jalan makan durian monthong 😀

Rabu pagi 19 April, sekitar jam 11 kami di telepon resepsionis, mengabarkan bahwa mobil jemputan sudah menunggu di lobby. Kami bergegas check out dari hotel, dan camry gratisan dari Thai Airways pun membawa kami ke bandara Suvarnabhumi. Pesawat kami bertolak dari Suvarnabhumi sekitar jam 14:20, setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam lebih, kami tiba di Soekarno-Hatta sekitar jam 6 sore. Welcome back to Jakarta..  Nggak terasa, liburan 20 hari mengunjungi 14 negara ini sudah berakhir.. Mungkin liburan saya kali ini kelamaan ya, pas berangkat gubernur Jakarta masih yang lama, eh pas sampe bandara Soekarno-Hatta udah terpilih gubernur yang baru.. 😀

NB: Judul artikel plesetan dari judul lagu Rush ‘A Passage to Bangkok’ 😀

14 Comments Add yours

  1. Titin berkata:

    Pak, kalau naik uber/yandex dari airport ke center city bisa ga ya?

    Suka

    1. Hi Titin..
      bisa.. pesan pakai apps nya.. kalo gak salah dari bandara domodedovo 1.100 rubel ke city centre

      Suka

      1. Titin berkata:

        ooo ok ok saya udah ada apps nya. ga susah ya carinya?

        Suka

      2. nggak susah kok.. pengalaman saya selama di sana paling lama 10 menitan udah dapet taksinya..

        Suka

      3. Titin berkata:

        oya, uber di sana bisa muat untuk berempat ga ya pak?

        Suka

      4. saya belum pernah pake uber disana.. selalu pakai yandex.. bisa untuk ber 4..

        Suka

      5. Titin berkata:

        makasih banyak ya P. Nelwin infonya

        Suka

      6. sama-sama.. 🙂

        Suka

  2. Mas saya kok kesulitan mau pesan sapsan secara online ya? Apa tidak bisa langsung beli 2 tiket?

    Suka

    1. Hi..
      Bisa kok pesan untuk 2 tiket sekaligus…tapi ya memang kendala bahasa di websitenya cukup menantang..
      Saya setiap halaman terpaksa di google translate dulu.. itupun tidak 100% bisa di translate.. ada nebak2 juga..

      Suka

      1. Wah terima kasih balasnya cepat 😊 kalau begitu saya musti rajin2 latihan dan ngulik webnya buat beli tiketnya hehehe…saya rencana kesana bulan september ini. Btw mas kan perjalanan ya menclok2 sehari2, trus visa registrationnya gimana ya? Apa di setiap kota tetep harus register?

        Suka

      2. Untuk pembelian tiket sapsan di rzd paling cepat 60 hari sebelumnya.
        Visa registration diperlukan kalau kita stay di russia lebih dari 7 hari. Saya waktu itu 2 malam yg kunjungan pertama dan 3 malam yang kunjungan kedua, jadi nggak ngurus visa registration. Tapi biasanya hotel tempat kita menginap bisa menguruskan visa registration ini.. ada yang free.. ada yang bayar..

        Suka

  3. Tiara berkata:

    Hai Mas Nelwin,

    Saya mau tanya visa registration (kalo stay di russia lebih dari 7 hari) yg dimaksud itu invitation letter kah?

    Terima kasih.

    Suka

    1. Hi Tiara..
      Bukan.. visa registration lain lagi..
      Peraturan di rusia, jika anda tinggal lebih dari 7 hari.. wajib mendaftarr ke otoritas disana.
      Hotel2 besar biasanya akan mendaftarkan anda saat check in, ada yang free, ada yang bayar..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s