My Helsinki

Kapal ferry Mariella milik Viking Line yang kami tumpangi dari Stockholm menuju Helsinki meninggalkan pelabuhan Stockholm sekitar pukul 16.30. Meskipun ini sejatinya adalah kapal ferry yang juga memuat mobil di lambung kapal, jangan bayangkan ini ferry seperti yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni ya.. πŸ˜€Kapal ferry ini lebih mirip kapal pesiar. Kapalnya cukup besar, terdiri dari 10 deck, 2 deck diantaranya untuk mobil, dan selebihnya untuk kabin penumpang, restoran, casino, theater, shopping area dan fasilitas penunjang pelayaran.

Kapal ini dapat memuat 2.500 penumpang, dan memiliki berbagai jenis kabin. Ada kabin yang hanya untuk 2 orang, ada juga yang untuk 3 atau 4 orang. Ada yang standard inside room sampai kelas luxury balcony. Kami mendapatkan kabin standar inside di lantai 4 dengan 2 tempat tidur. Tiket kapal Viking Line untuk kabin standar ini cukup murah, 70 euro per kabin untuk 2 orang, dengan lama perjalanan sekitar 17 jam. Lumayan, berarti kami hemat biaya kamar hotel untuk satu malam πŸ™‚

Selepas perairan Swedia, sekitar 1 jam setelah kapal berangkat, diumumkan bahwa toko duty free diatas kapal telah di buka. Ratusan orang kemudian menyerbu toko duty free ini, untuk membeli minuman beralkohol. Rupanya harga jual minuman alkohol di kapal ini jauh lebih murah dibanding di daratan Swedia, sehingga banyak penumpang yang membeli minuman alkohol dalam kemasan kardus dengan membawa trolley.

Di kapal ini terdapat beberapa restoran, mulai dari restoran seperti kantin kecil yang hanya menyediakan sandwich, restoran fine dining dengan menu Japanese dan European dan buffet restaurant. Untuk makan malam, buffet nya seharga 39 euro per orang. Karena tidak terlalu lapar, kami memilih makan di salah satu restoran yang menyediakan menu Eropa. Kami memesan beef steak dan salmon steak. Rasanya steaknya enak, tapi dagingnya agak alot. Setelah makan, kami berkeliling melihat-lihat kapal Mariella yang cukup besar ini, Sempat nonton magic show di theaternya, dan melihat-lihat casino di atas kapal.

Pagi tanggal 13 April sekitar jam 9 pagi, kapal mulai merapat ke pelabuhan Helsinki. Saat mulai ikut mengantri untuk turun dari kapal, saya terkejut melihat kawasan pelabuhan di selimuti salju tipis, rupanya pagi ini suhu udara di Helsinki turun dibawah nol derajat. Turun dari kapal, kami tidak melewati imigrasi karena rute Stockholm-Helsinki adalah rute antar negara Schengen. Keluar terminal kami memutuskan untuk naik taksi ke hotel, karena jika naik metro atau tram, harus berjalan kaki sekitar 800 meter dari gedung terminal, sedangkan saat itu sedang hujan salju. 

Perjalanan dengan taksi dari pelabuhan ke Holiday Inn West Helsinki ditempuh sekitar 20 menit, dengan tarif taksi sekitar 20 euro. Sampai di hotel baru sekitar 10:30 pagi, yang sebetulnya belum waktu check-in, namun resepsionisnya berbaik hati memberikan kami early check in, tidak perlu menunggu sampai jam 15:00. Setelah beristirahat sejenak, sekitar jam 12 kami meninggalkan hotel, di tengah hujan salju, untuk menuju stasiun Metro, rencananya kami mau berwisata di pusat kota sekalian cari makan siang disana. Tapi 100 meter sebelum stasiun metro, ada mall kecil dimana di dalamnya ada restoran chinese food buffet. Kebetulan banget nih, jadilah kita makan siang disini, buffetnya pun cukup murah harganya untuk ukuran Scandinavia, hanya 12 euro per orang. Puas deh makan chinese food yang rasanya juga cocok dengan selera, lengkap dengan kerupuk! πŸ˜€

Selesai makan siang, kami ke stasiun metro, untung hujan salju sudah berhenti, udara terasa lebih bersahabat. Di stasiun metro, saya menuju mesin penjualan tiket. Kita dapat memilih untuk membeli tiket single trip seharga 1,5 euro, atau beli pass 24 jam seharga 9 euro. Saya memang berencana berkeliling Helsinki dengan metro dan tram, jadi kami beli tiket yang 24 jam. Dari stasiun metro ini tujuan pertama kami adalah Helsingin train station. Saya berencana merubah tiket kereta Allegro dari Helsinki ke St. Petersburg. Awalnya kami merencanakan menginap 2 malam di Helsinki dan 1 malam di St. Petersburg, tetapi setelah mempelajari tempat-tempat wisata di kedua kota, saya merasa di Helsinki cukup 1 malam dan di St. Petersburg jadi 2 malam. Tiket kereta Allegro yang sudah saya pesan 1 bulan sebelumnya ternyata bukan tiket yang flexible date (maklum tiket harga promo), sehingga tidak bisa dirubah tanggalnya. Tapi untungnya bisa dibatalkan dengan cancellation fee 10 euro per tiket. Saat saya cek, kereta Allegro untuk besok sore masih ada kursi kosong. Akhirnya tiket saya sebelumnya saya batalkan, dan membeli tiket baru. Dari hasil refund dan pembelian tiket baru ini saya harus menambah 59 euro untuk 2 tiket.

Selesai urusan tiket kereta, saya mengajak istri ke Helsinki Cathedral. Buat saya, ini adalah kunjungan kedua ke Helsinki setelah kunjungan pertama di tahun 2015, namun ini kunjungan yang pertama buat istri saya, jadilah saya bertindak sebagai tour guide nya πŸ™‚ Dari central station kami berjalan kaki sekitar 600 meter ke Helsinki Cathedral. Sosok katedral berwarna putih ini terlihat agak mirip dengan white cathedral di Moscow, hanya saja kubah Helsinki cathedral ini berwarna hijau, sedangkan yang di Moscow kubahnya berwarna emas. Di halaman depan Helsinki cathedral terdapat lapangan yang cukup luas, di sekeliling cathedral ini juga terdapat banyak kantor-kantor pemerintahan.

Dari Helsinki cathedral, kami melanjutkan wisata ke Orthodox Cathedral. Katedral ini jaraknya hanya sekitar 800 meter dari Helsinki Cathedral, dapat ditempuh dengan jalan kaki santai sekitar 10 menit. Katedral berwarna merah bata ini terletak di atas bukit karang. Pejalan kaki dapat mencapai katedral ini dengan menaiki ratusan anak tangga yang mengelilingi bukit karang. Jika menggunakan mobil, harus memutar agak jauh untuk mencapai katedral ini. Menurut informasi, katedral untuk umat Kristen Ortodoks ini dibuka untuk umum sampai jam 4 sore. Namun saat kami kesana, seluruh pintu masuk katedral terkunci rapat. Banyak pengunjung yang sepertinya hendak beribadah disini terlihat kecewa mendapati pintu masuknya ditutup.

Dari Orthodox cathedral, kami lanjut ke kawasan pantai. Niatnya, saya mau mengajak istri saya makan cemilan seafood di kawasan pantai ini. tapi sebelum mencapai kawasan jajanan, saya melihat ada seperti terminal ferry kecil, Kauppatori. Saya baca informasinya, ternyata itu adalah terminal kapal ferry yang menuju pulau Soumenlinna, kepulauan di lepas pantai yang merupakan salah satu tujuan wisata utama di Helsinki. Saya lalu mengajak istri untuk berwisata kesana. Harga tiket ferry nya 5 euro per orang sekali jalan, tapi ternyata tiket metro 24 jam yang saya beli sebelumnya juga berlaku untuk ferry ini, lumayan lah, langsung balik modal πŸ™‚

Perjalanan ferry dari Helsinki menuju Soumenlinna ditempuh sekitar 15 menit. Awalnya saya memilih duduk di kabin dalam ferry, karena udara luar cukup dingin sekitar 5 derajat, plus angin yang lumayan kencang membuat udara terasa semakin dingin. namun setengah perjalanan, saya melihat banyak burung camar terbang mengikuti kapal ferry ini. Melihat pemandangan ini saya kemudian keluar menuju dek belakang. Belasan burung camar terbang santai di sekitar dek belakang, dengan kecepatan terbang yang sama dengan kecepatan kapal, jadi terlihatnya mereka seperti melayang diam diatas kapal. Sepertinya burung-burung ini mencari makanan dari penumpang ferry, beberapa dari mereka kemudian mendarat di lantai ferry mencari sisa-sisa makanan,

Sampai di Soumenlinna, kami berjalan kaki mengeksplorasi pulau ini. Soumenlinna sebetulnya terdiri dari 4 pulau. 2 pulau besar dan 2 pulau kecil, semuanya terhubung dengan jembatan. Dulunya Soumenlinna merupakan tempat tinggal bagi komunitas pedagang Rusia, dan pada tahun 1600 an dijadikan salah satu benteng pertahanan Rusia (Finland lama di jajah Rusia). 

Di pulau ini kita bisa melihat bangunan benteng, sisa-sisa meriam, museum militer, gereja dan rumah tinggal warga. Dua pulau yang lebih kecil sampai saat ini digunakan oleh milter Finland sebagai salah satu training camp. Saat kami disana, banyak tentara yang berlatih lari sambil membawa beban berat.

Kami berkeliling Soumenlinna sampai jam 5 sore dan kembali ke Helsinki dengan ferry. Setelah sampai pelabuhan saya menuju lokasi warung tenda yang menjual cemilan seafood. Sore itu hanya ada satu warung tenda yang buka, berbeda dibanding saat saya ke Helsinki Juni 2015, ada belasan warung tenda yang jualan. Mungkin bulan April masih terasa dungin bagi warga lokal untuk makan di pantai. Saya memesan udang goreng tepung dengan kentang. 

Setelah makan cemilan kami ke Vanha Kauppahalli Old Market Hall.. sayang sore itu market hall tutup lebih cepat, karena besoknya libur paskah. Kami lanjut jalan kaki ke arah pusat kota, melewati patung air mancur Havis Amanda dan sign My Helsinki yang merupakan dua ikon wisata terkenal di kota Helsinki.

 Kawasan Pohjoisesplanadi ini merupakan street shopping untuk branded goods. Butik dan toko high fashion dunia berjejer sepanjang jalan ini. Di jalan ini juga banyak kafe dengan kursi luar menghadap jalan. Cocok untuk ngopi sambil nontonin orang lewat.. Tapi karena anak saya nitip tumbler Starbucks, kamipun memilih ngopi di Starbucks sambil numpang ngecharge hp yang udah kritis batrenya.. πŸ˜€

Kami kemudian berkeliling kawasan pusat kota, belanja oleh-oleh dan makan malam. Sekitar jam 10 malam kami kembali ke hotel untuk istirahat. Tanggal 15 April pagi, kami checkout dari hotel dan menitipkan koper di hotel, soalnya kereta kami masih jam 4 sore. Pagi ini kami akan kembali berkeliling Helsinki.

Dari hotel kami kali inj memilih naik tram. Meskipun jalannya jauh lebih lambat dari metro, tapi bisa sambil liat-liat pemandangan kota. Jika naik metro hanya 6 menit sudah sampai ke central, naik tram perlu waktu sekitar 20 menitan. Kami menuju central station, janjian dengan Yari, suami dari keponakan saya yang warga Helsinki. Saat kami di Helsinki, keponakan saya sedang pulang ke Indonesia. Sekitar jam 11, Yari menemui kami di stasiun dan mengajak kami keliling Helsinki. Kami berjalan menuju old market hall, tapi lagi-lagi tempat ini tutup, rupanya libur paskah banyak toko dan restoran yang tutup. Akhirnya kami berkeliling kawasan belanja sambil ngobrol ngalor ngidul, dan akhirnya ngopi di Cafe Esplanad, salah satu cafe yang paling ramai disana.

Sekitar jam 3 siang Yari mengantar kami ke hotel untuk mengambil koper dan kemudian mengantar kami kembali ke central station dengan mobilnya. Setelah berpisah dengan Yari, kami masuk ke peron stasiun untuk naik kereta Allegro ke St..Petersburg, Russia. Sambil menuggu kereta, kami menyenpatkan belanja souvenir di toko dalam stasiun.

Tepat jam 4 sore, kereta bergerak meninggalkan Helsingin station. Allegro ini termasuk medium speed train. Perjalanan dari Helsinki ke St. Petersburg yang berjarak 390 km di tempuh dalam waktu 3 jam 25 menit. Imigrasi keluar Finland dan Masuk Russia pun dilakukan diatas kereta. Penumpang tetap duduk di kereta saat petugas imigrasi masing-masing negara mendatangi dan memeriksa paspor penumpang satu persatu.

Petugas imigrasi menggunakan semacam pad yang diikat ditangan untuk menscan paspor dan menginput data, canggih juga ya.. πŸ˜€ Kereta berhenti sejenak di perbatasan Finland-Russia, untuk naik turun petugas imigrasi masing-masing negara. Selepas perbatasan dan masuk wilayah Russia, perlahan pemandangan diluar berubah.. di wilayah Russia masih diselimuti salju tebal. Back in the USSR.. πŸ˜€
 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s