Surya Pertama 2017 di Sarangkot (Nepal Pt.3)

Sabtu 31 Desember, kami memulai hari dengan sarapan di hotel sekitar jam 7.45. Setelah sarapan, kami checkout dari hotel jam 08.15. Saya membayar sewa 1 kamar untuk 3 malam dan 2 kamar untuk 1 malam, totalnya USD 150, cukup murah ya.. Setelah itu kami berangkat dari hotel sekitar pukul 08.30. Jam 08.50 supirnya isi bensin dulu tak jauh dari hotel, pompa bensin di Nepal ini rada prihatin.. hanya ada 1 pompa, dan lantai pom bensin nya tidak di semen atau di aspal, tanah merah saja.. 😀

Kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pokhara. Setelah sekitar 2 jam mengemudi, supirnya minta izin rehat untuk ke toilet dan makan siang. Berhubung kami belum lama sarapan, kami belum merasa lapar dan menunggu di mobil saja.  Setelah menempuh perjalanan hampir 6 jam, sekitar pukul 2.20 kami sampai di hotel Magnolia. Sempat bingung mencari jalan masuk, di sekitar hotel banyak jalan yang ditutup untuk persiapan festival tahun baru.
Setelah check in, kami ke restoran di hotel Magnolia, pesan set menu khas Nepal. Tapi lama banget keluarnya. Sejak pesan sampai makan kami harus menunggu 45 menit. Untung makanannya enak, jadi nggak terlalu kesel nunggu kelamaan.

Sekitar pukul 3.30 kami dijemput untuk city tour, nama supirnya Kumar. Tujuan pertama kami sore ini ke Bindabasini temple. Ini merupakan kuil hindu yang terletak diatas bukit di tengah kota Pokhara. Untuk menuju kuil ini harus menaiki puluhan anak tangga. Untuk masuk kompleks kuil ini tidak dipungut bayaran. Kami berfoto di sekitar kuil dengan latar belakang pemandangan kota Pokhara.

Sekitar pukul 4 sore kami melanjutkan perjalanan ke Gupteshwor Mahadev cave. Ini merupakan gua alam yang terletak di bawah kawasan pemukiman dan pasar. Untuk memasuki gua ini, kita menuruni ratusan anak tangga. Di tengah perjalanan ada satu kuil umat hindu, tapi di sekitar kuil ini tidak boleh berfoto. Setelah dari kuil ini jalan dalam gua menyempit, di beberapa bagian harus berjalan merunduk. Menjelang ujung bawah gua ini terdengar suara air. Ternyata di ujung gua ini ada air terjun. Meskipun di dalam gua ini dipasang beberapa lampu penerangan, air terjun di ujung gua terlihat samar-samar karena jaraknya agak jauh dan sebagian tertutup tebing.

Setelah berfoto di dalam gua, saya dan rizki kembali keatas.. haduuh.. capek nanjaknya.. bikin ngos-ngosan.. Begitu keluar dari dalam gua, kami diajak Kumar ke Devi’s Fall, di seberang jalan dari pintu masuk kawasan Guptedhwor Mahadev. Setelah kami berjalan memasuki kawasan air terjun, saya baru sadar bahwa Devi’s Fall ini adalah air terjun yang terlihat dari dalam gua tadi. Dari lokasi ini pun air terjun nya tidak terlihat jelas karena ada di belakang tebing batu. Di lokasi ini ada papan informasi bahwa nama Devi’s Falls ini berasal dari nama seorang wisatawan wanita asal Swiss, yang terseret banjir bandang saat bermain air di air terjun ini di tahun 60an.

Kemudian kami di bawa ke tempat belanja souvenir, untuk membeli t-shirt, pashmina dan souvenir lainnya. Jam 7 malam kami diantar kembali ke hotel, namun kawasan lakeside sudah dipenuhi masyarakat dan wisatawan yang ingin merayakan malam tahun baru, sehingga mobilnya tidak bisa masuk sampai ke hotel. Kami pun berjalan kaki ke hotel untuk istirahat sejenak. Niatnya menjelang pergantian tahun kita mau ke lakeside, karena disitu merupakan pusat perayaan tahun baru di Pokhara.Tapi karena udara dingin, rencana ngaso sebentar malah bablas ketiduran.. Saya terbangun tepat tengah malam karena suara mercon dan kembang api. Saya keluar kamar dan terlihat pesta kembang api yang di tembakkan dari tepi danau. Sekitar 10 menit kembang api mewarnai langit Sarangkot, setelah itu saya tidur lagi.

Jam 5 pagi saya dibangunkan alarm. Hari ini rencananya mau melihat matahari terbit di Sarangkot. Saya ke lobby hotel untuk menanyakan mobil jemputan yang akan membawa kami ke Sarangkot, tapi belum datang. Saya telepon tour consultant kami, yang menjanjikan mobil akan datang dalam 10 menit.
Sekitar jam 5.15 pagi datang seorang yang bilang ditugaskan menjemput 4 tamu ke Sarangkot. Saat itu hanya ada keluarga kami di Lobby. Saya bilang ke supir tersebut bahwa kita berenpat akan ke Sarangkot. Kamipun naik ke mobilnya dan berangkat. Sekitar jam 5.30, telepon saya berbunyi, tour consultant saya menanyakan saya dimana, karena mobil jemputan saya sudah menunggu cukup lama di hotel. Saya bilang saya sudah di mobil menuju Sarangkot.. Lha.. ternyata saya salah naik mobil.. mobil yang saya naiki ini seharusnya menjemput keluarga lain. Setelah supirnya berbicara dengan tour consultant, akhirnya urusan beres, tukeran penumpang aja.. soalnya kalau balik lagi, akan ketinggalan sunrise.

Sekitar jam 5.45, kami tiba di Sarangkot dan diantar ke sebuah restoran diatas bukit, yang memiliki atap balkon untuk melihat pemandangan. Saat kami sampai diatap, langit masih gelap, namun sudah ada puluhan orang yang menunggu sunrise pertama di tahun 2017 ini. Di atap tersebut di sediakan kursi-kursi plastik untuk duduk menyaksikan matahari terbit. Sekitar pukul 06.15, mulai terlihat rona jingga di ufuk timur. Perlahan-lahan langit mulai terang. Antara warna jingga pertama sampai matahari terlihat di atas gunung waktunya kurang lebih sekitar 30 menit. Sungguh ini merupakan salah satu pemandangan matahari terbit paling indah yang pernah saya saksikan.

Setelah langit mulai terang, di sisi utara mulai terlihat jajaran pegunungan Himalaya. Kami cukup beruntung karena pagi itu belum banyak awan. Jajaran gunung di Annapurna range terlihat begitu perkasa, menjulang dengan ketinggian sekitar 8.000 an meter diatas permukaan lalut. Ada beberapa puncak di Annapurna range ini, yang tertinggi adalah Annapurna I, 8.091 meter. Ini adalah gunung tertinggi ke 10 di dunia, dari info yang saya baca, 8 dari 10 gunung tertinggi di dunia ada di Nepal. Ratusan wisatawan yang ada ditempat kami bergantian mengabadikan pemandangan Himalaya yang indah ini, tidak setiap hari kita bisa melihat pegunungan Himalaya, jika sedang berawan, tidak terlihat sama sekali.

Jam 8 pagi kami kembali ke hotel Magnolia di Pokhara. Kami langsung ke restorannya untuk sarapan. Menunya ala India, prata dengan curry. Setelah sarapan, kami berjalan ke arah danau Phewa. Saat sampai di tepi danau, masih terlihat sisa-sisa perayaan tahun baru semalam, banyak panggung dan potongan kertas bekas petasan dan kembang api. Danau Phewa ini tidak terlalu besar, tapi bentuknya memanjang. Saat tiba di tepi danau, kami masih bisa melihat punggung gunung Annapurna, namun hanya sebagian kecil saja, sekitar 10 menit kemudian Annapurna sudah tidak terlihat lagi karena tertutup awan tebal. Setelah foto-foto di danau Phewa, kami kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap kembali ke Kathmandu.

Jam 11.30, kami meninggalkan Pokhara menuju Kathmandu. Sekitar jam 2.30 berhenti untuk makan siang di restoran Blue Heaven. Menunya standar aja, nasi goreng, mie goreng dan momo. Rasa makanannya juga biasa saja, cenderung hambar. Menjelang Kathmandu, jalanan mulai macet, setelah supirnya berbelok-belok ambil jalan potong, akhirnya kami sampai di hotel jam 5.45 sore. Istirahat sebentar, jam 6.30 kami berangkat lagi ke Tribhuvan airport, mengantar Vira yang harus pulang duluan karena harus segera masuk kuliah lagi. Jam 7.15 Vira masuk check in lounge, sementara kami menunggu diluar. Sekitar 20 menit kemudian Vira mengabarkan sudah beres check in dan sudah melewati imigrasi.

Kamipun kembali ke kota, untuk makan malam. Kali ini pilihannya ke KFC. Sayangnya KFC sini hanya menyediakan crispy chicken, original recipe tidak tersedia. Di Nepal ternyata KFC ini termasuk restoran mahal, 4 potong ayam dengan 3 kentang dan 3 minuman, harganya NR 1.980, sekitar Rp. 250ribu, dibandingkan dengan KFC Indonesia saja jauh lebih mahal, apalagi jika dibandingkan dengan makanan lokal Nepal yang terasa murah bagi  orang kita. Tidak heran jika KFC di sini seperti fine dining, terlihat dari gaya dan pakaian warga lokal yang makan disini.

Jam 9 malam kami kembali ke hotel naik taksi, taksinya mobil kecil, Maruti seukuran Daihatsu ceria. Naik taksi di Kathmamdu tidak pakai argo, musti tawar-menawar. Tarif sampai hotel kami NR 300. Sampai di hotel jam 9.30 malam, segera tidur. Besok mau city tour.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s