Zagreb Sampai Magrib

Zagreb adalah ibukota Croatia, negara ‘baru’ yang lahir dari pecahnya Republik Yugoslavia di tahun 1990an. Mendeklarasikan diri sebagai negara independen pada tahun 1991, Croatia kemudian resmi menjadi anggota European Union di tahun 2013. Meskipun merupakan negara relatif baru, Croatia merupakan negara yang cukup makmur dengan pendapatan per kapita sekitar USD 12.000. Croatia juga merupakan salah satu negara yang banyak melahirkan atlet tenis juara turnamen grand slam, termasuk Goran Ivanisevic (juara Wimbledon), Marin Cilic (juara US Open), Iva Majoli (juara French Open), Mirjana Lucic (juara ganda Australian open). Negara kecil berpenduduk 4,2 juta jiwa ini juga punya tim basket yang hebat, dua kali merebut medali perak Olimpiade dan banyak atletnya bermain di liga basket NBA.

11537806_10153487606308953_8684104603231250134_n

Pada bulan Juni tahun 2015 lalu, saya berkesempatan mengunjungi ibu kota Croatia, Zagreb, dengan menumpang kereta dari Ljubljana, Slovenia. Perjalanan saya dimulai dari stasiun kereta Ljubljana, saya membeli tiket kereta ke Ljubljana-Zagreb dengan harga tiket 14 euro untuk kabin kelas dua. Setiap hari ada 6 jadwal kereta dari Ljubljana ke Zagreb, saya menaiki kereta yang jam 14:45 dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 2 jam 20 menit. Gerbong kereta yang saya naiki merupakan gerbong yang di sekat menjadi kabin-kabin kecil berisi 6 tempat duduk. Meskipun gerbong kelas dua, kabin nya cukup modern dan bagus, hanya saja tidak ada AC. Saat saya memasuki kabin saya, sudah ada seorang ibu dengan koper besar yang di letakkan di kursi sebelahnya, sayapun duduk di bangku depan ibu itu, disisi jendela. Saat kereta berangkat, ternyata hanya kami berdua yang duduk di kabin tersebut, lumayan lega buat selonjoran.

p1150553

Perjalanan selama dua jam lebih dari Ljubljana menuju Zagreb relatif datar rute nya, pemandangan sepanjang jalan di dominasi kawasan perumahan, beberapa kawasan bukit dan padang rumput. Di stasiun Dobova, yang sudah masuk di wilayah Croatia, naik beberapa petugas imigrasi yang mengecek dokumen perjalanan penumpang. Meskipun Croatia belum menjadi bagian dari Schengen countries, tapi sejak tahun 2012 pemegang visa Schengen multiple entry bisa memasuki wilayah Croatia tanpa visa Croatia secara terpisah. Setelah visa schengen saya di cek, paspor saya di cap. Pemeriksaan dokumen ini dilakukan saat kereta berjalan, kalo ada yang nggak punya dokumen sah, mungkin akan diturunkan di stasiun berikut.

11401072_10153487606813953_5280155020926368714_n

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam 20 menit, kereta yang saya tumpangi sampai di stasiun Glavni Kolodvor, Zagreb sekitar pukul 17:05. Stasiun utama di Zagreb ini besar dan antik bangunannya. Saya lalu menitipkan koper saya di locker stasiun, biar gak ribet jalan sambil bawa koper. Melangkah keluar stasiun, di sebrang sana terlihat bangunan megah berwarna kuning, sayapun melangkahkan kaki kesana untuk berfoto di depan bangunan yang bernama Umjetnicki Paviljon tersebut. Bangunan ini merupakan musium seni karya-karya klasik terutama dari abad 19.

11402796_10153487608583953_7812392146887719638_n

Dari Umjetnicki Paviljon saya melanjutkan perjalanan ke city centre dengan naik tram. Tram di kota zagreb ini terlihat modern, tidak seperti tram tua di Prague ataupun Bratislava. Ongkos tram nya 4 Kuna yang berlaku selama 30 menit. (1 euro sekitar 7,5 Kuna), tapi kalau malam hari ongkos tram ini naik jadi 10 Kuna. Kita bebas berpindah-pindah tram selama masa berlaku tiket yang 30 menit tersebut.

11539774_10153487618013953_4198316667358662398_n

Tram nomor 6 dari Stasiun kereta membawa saya ke arah city centre, sekitar 4 halte dari Glavni Kolodvor, saya melihat ada taman kota yang ramai, saya memutuskan untuk turun disana, melihat-lihat keramaian di sore hari. Ternyata di taman kota ini sedang ada acara untuk anak-anak, dengan atraksi badut dan sulap, serta berbagai stand penjual makanan dan mainan anak dan boneka.

11407008_10153487619423953_4282479781047782154_n

Dari taman ini saya kemudian berjalan kaki ke arah pusat kota, tepatnya ke Jelacic Square. Kawasan ini merupakan kawasan pertokoan dan bisnis, juga dikelilingi banyak museum dan kantor pemerintahan. Banyak areal terbuka seperti lapangan dan plaza di kawasan ini, di sore hari banyak sekali warga setempat yang mendatangi kawasan ini baik untuk berbelanja, makan ataupun sekedar duduk-duduk santai di berbagai sudut plaza. Salah satu landmark yang paling terkenal di Jelacic Square ini adalah monumen Ban Josip Jelacic, seorang Ban (Gubernur) yang memerintah Zagreb di abad 19.

10310110_10153487621818953_6620383077745557248_n

Tidak jauh dari kawasan Jelacic Square ini terdapat Zagrebačka katedrala, katedral bergaya gothic yang dibangun di abad 12 ini merupakan katedral utama bagi warga Zagreb. Saya berjalan kaki dari Jelacic Square sekitar 10 menit untuk mencapai katedral ini. Sayangnya, saat itu salah satu menara katedral sedang di renovasi, sehingga terlihat kurang cantik saat di foto. Di belakang katedral ini terdapat kawasan pasar tradisional Dolac Market, tapi karena saat saya kesana sudah sekitar pukul 19:30, pasarnya sudah bubar, meskipun langit masih terang.

21020_10153487624313953_1380483705930322531_n

Saya berbalik ke arah katedral untuk kembali menuju Jelacic Square,  mau cari makan malam. Saat saya berjalan, serombongan wanita dan pria mengenakan busana abad 19 terlihat membagi-bagikan brosur, rupanya malam itu akan ada pertunjukan opera klasik di Croatian National Theater, mereka yang membagi-bagikan brosur tersebut merupakan bagian dari artis yang akan tampil di opera.

11232937_10153487626133953_2805767433416234572_n

Saya melanjutkan perjalanan kembali ke Jelacic Square. Setelah berkeliling mencari makan malam, saya masuk ke salah satu restoran lokal yang menjual chicken wings. Satu paket ayam dengan kentang dan minum harganya 40 Kuna, atau sekitar 5.5 euro. Tempat makannya asik, di lantai 2 dengan pemandangan ke arah keramaian Jelacic Square. Sambil makan sayap ayam yang lezat, kita bisa nonton keramaian warga berlalu lalang, juga beberapa pengamen jalanan yang tampil di sekitar Jelacic Square.

11111226_10153487628018953_7002274497749000722_n

Setelah kenyang makan saya kembali ke arah Glavni Kolodvor. Tapi kali ini saya meutuskan jalan kaki saja, toh jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari Jelacic Square, jalan kaki hanya sekitar 15 menit. Saaat berjalan kaki melintasi lorong-lorong kota Zagreb, saya melihat ada polisi setempat dan petugas yang sedang menindak mobil pelanggar parkir. Jika di tempat lain umumnya mobil pelanggar parkir di derek dengan towing car, di Zagreb ini perlakuannya lebih manusiawi ( atau lebih mobilawi? 😀 ). Mobil yang melanggar parkir keempat ban nya dipasang semacam bracket, lalu di angkat dengan katrol dan di tempatkan di belakang flat-bed truck. Jadi resiko transmisi mobil rusak karena di derek paksa bisa dihindari. Kapan ya Jakarta bisa seperti ini?

11196330_10153487635108953_4431031441548247527_n

Saya sampai di Glavni Kolodvor sekitar pukul 21:00 malam untuk mengambil koper yang saya titipkan di locker stasiun kereta. Kemudian saya naik tram ke Autobusni Kolodvor, stasiun bus antar kota dan antar negara, untuk naik bis malam ke Vienna, Austria. Sampai di Autobusni Kolodvor jam 21:30, hari sudah mulai gelap, tidak terasa seharian saya keliling Zagreb sampai Magrib 🙂

p1150722

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s