Sepinya Ljubljana, Slovenia

Ljubljana (dibaca liyubliana) merupakan ibukota dari Slovenia, sebuah negara di kawasan Balkan yang memisahkan diri dari Yugoslavia di tahun 1991. Saya mengunjungi Ljubljana pada bulan Juni 2015, dengan menempuh perjalanan bus dari Berlin via Munich. Harga tiket FlixBus Berlin-Munchen 22 euro, sedangkan harga tiket DBbus dari Munchen ke Ljubljana 19 euro. Bus yang saya tumpangi tiba di Avtobusna Postaja, terminal bus antarkota Ljubljana, sekitar pukul 10 pagi. Terminal bus ini terletak berhadapan dengan Stasiun kereta Ljubljana.

Berhubung perjalanan dari Berlin menuju Ljubljana memakan waktu sekitar 13 jam, sayapun segera mencari shower room di stasiun kereta untuk mandi pagi. Shower room di stasiun kereta ini cukup bersih, untuk mandi dikenakan biaya 10 euro. Selesai mandi, saya menyimpan traveling bag saya di locker, yang bertarif 4 euro, agar bisa keliling kota tanpa harus menyeret koper 🙂

bus-station

Saya kemudian melangkah keluar terminal. Meskipun merupakan ibukota dan kota terbesat di Slovenia, populasi Ljubljana hanya sekitar 280.000 jiwa, membuat kota ini terlihat sepi dan tenang. Turis pun tidak terlalu banyak terlihat. Di seberang terminal bus terdapat monumen Spomenik Rudolfu Maistru, seorang jenderal dan penyair terkenal di Slovenia/Yugoslavia.

patung-depam-stasiun

Perjalanan panjang dari Berlin menuju Ljubljana membuat perut ini terasa lapar. Untung tidak jauh dari terminal bus ada restoran Pizza yang sudah buka di pagi hari. Sayapun sarapan Pizza disana untuk bekal tenaga keliling kota 🙂

Kelar sarapan, saya melanjutkan berjalan kaki menuju kawasan old town, yang merupakan obyek wisata paling utama di kota Ljubljana. Dengan jalan santai, jarak sekitar 1,5km menuju old town ini dapat ditempuh dalam 15 menit. Berbeda dengan beberapa kawasan old town di Eropa yang pernah saya kunjungi seperti di Prague ataupun Tallinn, kawasan old town di Ljubljana ini cukup sepi dari wisatawan. Mungkin tidak banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi kota Ljubljana dan memilih berkunjung ke kota wisata yang lebih popular di negara tetangga seperti Venice di Italy ataupun Vienna di Austria.

jail-sepatu

Di beberapa sudut old town Ljubljana, banyak remaja-remaja iseng yang melemparkan sepatu bertali ke kabel2 listrik atau telepon sehingga nyangkut dan bergantungan. Meskipun sepi, toko-toko di kawasan old town ini tetap buka untuk menyambut wisatawan. Salah satu toko souvenir di old town ini memajang poster besar di depan tokonya, yang setelah saya perhatikan merupakan icon dari beberapa negara di dunia. Bangga juga melihat Indonesia merupakan salah satu negara yang tercantum di poster tersebut, terlebih setelah melihat, ternyata disain poster tersebut juga di cetak dalam bentuk kaos, mug dan tapestry sebagai oleh-oleh khas Slovenia. Coba cari, mana ikon Indonesia di poster tersebut..? 😉

toko-suvenir

Di dalam kawasan old town terdapat banyak bangunan yang menjadi daya tarik wisatawan, antara lain Tromostovje, tiga jembatan paralel yang melintas di atas sungai Ljubljanica, ada Preseren Square, lapangan terbuka di tengah kawasan old town, yang dikelilingi beberapa bangunan bersejarah, antara lain gereja Marijinega Franciskanska yang berwarna pink, juga berdekatan dengan Town Hall dan Ljubljana Cathedral.

gedung-teater

 

Setelah berekeliling di kawasan old town, saya melangkahkan kaki menuju kawasan sungai Ljubljanica. Di sekitar sungai ini ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat eksibisi  terbuka karya seniman lokal. Ada beberapa patung, seni instalasi yang di tata di kawasan pejalan kaki di tepian sungai maupun di atas jembatan pejalan kaki. Sungguh menyenangkan berjalan kaki di sekitar sungai ini.

sungai

Salah satu destinasi wisata yang juga wajib dilihat adalah Ljubljana Castle. Bangunan ini awalnya merupakan benteng yang dibangun di abad 11, namun kemudian di abad 15 di tingkatkan fungsinya menjadi puri bagi keluarga bangsawan Carniola. Setelah era Yugoslavia, puri ini berubah-rubah fungsinya, pernah menjadi penjara, rumah penampungan tuna wisma dan akhirnya menjadi pusat budaya sampai saat ini.

castle

Setengah hari berjalan kaki keliling kota Ljubljana sudah cukup bagi saya untuk mengunjungi tempat wisata utama di kota kecil ini. Petualangan saya di Ljubljana berakhir di sore hari, karena saya akan melanjutkan perjalanan naik kereta ke Zagreb, Croatia.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s