Terbuai Dubai

Sampai akhir tahun 80an, tidak banyak yang dapat di ceritakan tentang Dubai. Saat itu Dubai hanyalah sebuah kota pesisir kecil di Uni Emirat Arab dengan populasi hanya sekitar 300 ribu jiwa. Kota Abu Dabhi yang merupakan ibu kota dari Uni Emirat Arab saat itu jauh lebih terkenal sebagai salah satu kota utama di timur tengah. Namun sejak tahun 90an, Dubai dibangun gila-gilaan, seiring melambungnya harga minyak dunia. Dubai yang kaya minyak mengalami surplus petro dollar, yang di investasikan dalam berbagai proyek properti dan infrastruktur. Hanya dalam waktu 10 tahun, Dubai bertransformasi menjadi kota metropolitan dan menjadi kota bisnis terbesar di timur tengah. Populasi Dubai juga meledak mencapai 2,5 juta jiwa di tahun 2016, menjadikan Dubai sebagai kota terbesar di Uni Emirat Arab.

blogger-image-443794727

Saya sudah beberapa kali transit di Dubai dalam penerbangan menuju Eropa dan Amerika, namun belum sempat mengeksplorasi kota. Barulah di tahun 2013 saya berkesempatan untuk berkunjung ke Dubai selama 3 hari 2 malam. Kunjungan singkat saya di Dubai benar-benar membuka mata saya, begitu masifnya pembangunan di Dubai ini. Berbagai proyek properti kelas dunia telah berdiri di kota ini. Gedung tertinggi di dunia ada di kota ini. Hotel termewah di dunia ada di kota ini. Pulau buatan paling cantik di dunia juga ada di kota ini. Transportasi masal yang nyaman, juga tersedia, ada Dubai Metro yang melayani jalur di pusat kota, juga ada Palm Jumeirah monorail untuk berkeliling di kawasan pulau buatan Palm Jumeirah.

Namun demikian, Dubai juga tetap mempertahankan nuansa tradisional timur tengah. Banyak proyek properti megah ini yang mengakomodir kearifan budaya timur tengah dalam berbagai disain. Pasar tradisional rempah-rempah Dubai, yang dikenal dengan nama Souq, tetap ramai oleh pengunjung dan justru menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk melihat unsur tradisional Dubai di tengah modernisasi kota. Di Souq ini wisatawan dapat berbelanja rempah-rempah, makanan kering dan souvenir dubai. Disini juga dapat ditemui karpet persia dan aneka lampu hias. Seniman lukis dari pasir juga banyak membuka counter di pasar ini. Untuk menuju Souq, umumnya wisatawan naik Metro green line, dan pulangnya bisa menyebrang sungai dengan perahu tradisional.

15578663_10154824417723953_3205644516309085355_n

Bubuk teh dengan aneka rasa dan aroma dapat dibeli di Souq

15589695_10154824418328953_1720234335434571161_n

Keragaman rempah-rempah di Souq

15492560_10154824418463953_4186610259111135871_n

Souk Medinat Jumeirah

15401147_10154824417778953_4644110015856264770_n

Souk Medinat Jumeirah dengan latar belakang hotel Burj Al Arab, hotel bintang 6 pertama di dunia. Hotel ini di disain berbentuk perahu layar. Hotel ini berdiri di atas pulau reklamasi,  yang berjarak sekitar 100 meter dari pantai. Hotel ini memiliki 202 kamar yang semuanya merupakan suites, dengan luas terkecil 169m2. Pingin menginap disini? Siapin tabungan anda, kamar termahal disini tarifnya USD 24.000 per malam, alias 300 juta rupiah. Saya sempat makan siang buffet di hotel tersebut, tapi rasa makanan nya biasa saja, tidak ada yang istimewa, tidak sebanding dengan biaya yang musti dikeluarkan. Untungnya, saya makan disitu di traktir.. hehehehe..

15590198_10154824417843953_5186480065098316459_n

15442153_10154824417653953_464892188697379484_n

Mall of The Emirates adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Dubai, dengan luas lebih dari 250 ribu m2, dan memiliki 700 an toko-toko eksklusif di dalamnya. Kalau anda lagi jalan-jalan di tengah kota Dubai yang panas, lalu melihat anak-anak muda berpakaian musim dingin dan membawa perlengkapan ski, anda tidak sedang melihat fatamorgana.. 😀 Di dalam mall of Emirates ini terdapat ski resort indoor pertama di timur tengah. Selain ski resort di dalam mall, hal yang membuat saya cukup tercengang adalah vending machine yang menjual… emas batangan..!

15589583_10154824418038953_2520575671583738146_n

15400361_10154824417963953_109180340704794482_n

Dubai memang membuai, tidak heran kota ini menjadi magnet bagi ratusan ribu pekerja asing. Dari pengamatan saya, sepertinya lebih dari setengah warga Dubai adalah warga negara asing. Kebanyakan pekerja asing yang bekerja di Dubai bergerak di bidang jasa keuangan, oil & gas serta konstruksi.

15337510_10154824418218953_6988558238902490477_n

15578706_10154824418398953_187817473851503707_n

Atraksi utama wisatawan yang datang ke Dubai saat ini adalah Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian 828 meter. Dibangun mulai tahun 2004, gedung ini selesai dan mulai digunakan pada tahun 2009. Dari jauh, Burj Khalifa ini mendominasi skyline kota Dubai, menjulang sendirian diantara gedung-gedung lain yang tingginya tidak sampai setengahnya. Burj Khalifa memilik viewing platform untuk wisatawan. Viewing platform ini terletak di lantai 148, yang berada di ketinggian 555 meter, bukan di puncaknya. Tapi dari ketinggian 555 meter ini saja. sudah luar biasa pemandangan kota Dubai di malam hari. Gedung-gedung lain terlihat pendek dibawah sana.

15589934_10154824411163953_2499047751249967346_n

Pemandangan kota Dubai malam hari dari viewing platform Burj Khalifa

15541386_10154824411328953_4199846828285593237_n

Untuk naik ke observatory deck ini kita perlu memberli tiket seharga kurang lebih USD 35. Di halaman depan Burj Khalifa ini ada Dubai Fountain, air mancur yang menari-nari mengikuti musik, setiap malam air mancur ini menjadi pusat hiburan di kawasan Burj Khalifa, gratis soalnya.. 😀

Hard Rock Cafe Dubai

15590026_10154824411468953_1661759673573976344_n

Saat ini, jika kita ingin ke Dubai, kita bisa mengurus E-Visa secara online, jika kesana menggunakan maskapai penerbangan Emirates, mereka juga bisa membantu pengurusan visa untuk stopover di Dubai. tapi siap-siap aja kalo ke Dubai, kota ini termasuk salah satu kota termahal di dunia, dan merupakan kota termahal di timur tengah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s