Lost in Cordoba

Saya berkunjung ke Cordoba (sering juga ditulis Cordova), di selatan Spanyol, pada bulan April 2013. Saya bersama istri dan beberapa orang teman bertujuan ke kawasan kota tua Cordoba, untuk melihat sejarah peninggalan islam di Spanyol, terutama Mezquita Catedral, atau Gereja Masjid yang memiliki sejarah panjang.

15400961_10154785720718953_5343916521507907084_n

Kami berangkat dari penginapan kami, AC hotel, di kota baru Cordoba, sekitar jam 9 pagi. Dalam waktu 15 menit, kami sudah sampai di kawasan kota tua Cordoba. Saat itu kami ber 7 naik mobil sewaan Opel Zafira. Setelah masuk pinggir kawasan kota tua, GPS mobil mengarahkan kami ke sebuah gedung parkir. Kami memarkir mobil di gedung itu, dan kemudian bertanya kepada petugas disitu, arah ke Mezquita Catedral. Petugasnya bilang jaraknya masih cukup jauh, sekitar 1,5 km berjalan kaki. Mendengar hal tersebut, sebagian rekan istri saya merasa jaraknya terlalu jauh, sehingga kami memutuskan mencari lokasi parkir yang lebih dekat dengan Mezquita Catedral.

536993_10151417185728953_693859316_n

GPS mobil saya set ke arah Mezquita Catedral, dan dengan perlahan saya mengemudi mengikuti arahan GPS mobil. Namun baru 5 menit mobil kami berjalan, saya mulai merasa ragu, karena GPS menuntun kami masuk ke jalan-jalan yang sangat sempit di antara dinding perumahan di kota tua Cordoba ini. Saking sempitnya, di beberapa tempat spion mobil harus dilipat agar tidak mengenai dinding di kiri kanan jalan. Sumpah, stress banget nyetir di jalan super sempit seperti ini. Mungkin rute GPS ini dibuat untuk mobil kecil macam VW Polo atau Fiat 500 :P.

579625_10151417181898953_1535815131_n

Jarak sekitar 1,5 km menuju Mezquita Catedral harus ditempuh dalam waktu 15 menit yang sangat menegangkan. Setelah berbelok-belok di jalan sempit, akhirnya jalanan agak melebar dan masuklah kami ke halaman Mezquita Catedral. Saya mendrop rombongan di pintu utama Mezquita Catedral dan kemudian mencari tempat parkir. Disinilah kesialan saya memuncak πŸ˜€ setelah melewati Mezquita Catedral, jalanan kembali menyempit, dan panduan GPS membuat saya berputar-putar tidak karuan di dalam kota tua Cordoba. Beberapa kali GPS menuntun saya belok kiri atau kanan, tetapi jalan tersebut ternyata tidak mungkin dilewati mobil sebesar Opel Zafira. Akibatnya GPSterus menerus recalculating dan rerouting jalan alternatif. Sempat putus asa saya setelah sekian lama berputar-putar, eh.. ternyata kembali ke tempat sebelumnya.

521637_10151417191003953_1847758889_n

Satu jam lebih saya berputar-putar dalam labirin kota tua Cordoba, sampai akhirnya menemukan jalan keluar dan mendapatkan tempat parkir kosong di pinggir jalan. Setelah saya cek dengan Google map, posisi parkir ini ternyata lebih jauh dari tempat parkir sebelumnya.. Sekitar 2 km dari Mezquita Catedral.. hmm.. Nice..! πŸ˜€ Saat saya membayar parkir di meteran parkir dekat sana, saya agak khawatir karena parkir disitu maksimum hanya untuk 2 jam saja. Ya sudah, saya bayar saja 2 jam penuh dan tempel tiket parkir nya di dashboard mobil.

Saya segera berjalan kaki menyusul istri dan teman-teman, sampai di Mezquita Catedral mereka terlihat panik karena saya terlalu lama mencari parkir, khawatir mengalami kecelakaan dan sebagainya. Padahal saya jauh lebih panik saat tersesat sendirian di lorong-lorong sempit Cordoba tadi πŸ˜€ Karena tiket masuk Mezquita Catedral sudah dibelikan saat saya mencari parkir, kami segera masuk ke dalam Mezquita Catedral ini. Tiket masuk harganya 8 euro, sedangkan pemandu lokal tarifnya 37 euro.

521609_10151417188728953_642015526_n

Mezquita Catedral ini memiliki sejarah panjang. Sebelumnya, yang saya dengar Gereja Masjid ini adalah bangunan masjid yang di dirikan kerajaan Maroko saat mereka menaklukan wilayah Andalusia di abad 8. Tapi ternyata penjelasan dari local tour guide, dan juga buku panduan yang ada disana, bangunan ini sejak awalnya adalah gereja, meskipun lebih kecil. Gereja ini dulunya bernama Catholic Basilica of St. Vincent. Saat islam menguasai wilayah selatan Spanyol, gereja ini di bongkar dan dibangun kembali menjadi Masjid Agung Cordoba dengan gaya arsitektur Moor dan dihiasi banyak kaligrafi islam.

547636_10151417187773953_819344976_n

Di abad 13, kerajaan Castile merebut Cordoba dari kerajaan Maroko, Masjid Agung Cordoba diubah fungsinya menjadi gereja katolik. Di dalam Mezquita Catedral ini kemudian di bangun beberapa chapel, namun uniknya, bentuk pilar dan arstitek Moor tetap dipertahankan, begitupula dengan berbagai kaligrafi islam yang ada, dibiarkan seperti semula. Bahkan ruang untuk imam shalat pun masih ada di dalam Mezquita Catedral ini. Unik rasanya melihat patung bunda maria ataupun patung kristiani lainnya di kelilingi kaligrafi islam.

733879_10151417186328953_1792477261_n

Meskipun peninggalan kerajaan islam relatif di jaga keutuhannya di dalam Mezquita Catedral ini, umat islam tidak diperkenankan shalat di dalam Mezquita Catedral. Sejak tahun 2000, umat islam Spanyol melakukan kampanye agar disediakan tempat shalat di dalam Mezquita Catedral, namun permintaan ini di tolak pemerintah Spanyol dan juga Vatican. Tahun 2010, ada dua muslim asal Austria yang di giring keluar gereja oleh petugas keamanan karena melakukan shalat di dalam Mezquita Catedral.

544719_10151417186308953_818987341_n

Kami berkeliling menikmati keindahan dan kemegahan Mezquita Catedral selama sekitar 2 jam. Saya mengingatkan teman-teman bahwa kita harus segera kembali, karena parkir mobil hanya bisa 2 jam. Kami meninggalkan Mezquita Catedral dan setelah berjalan kaki hampir setengah jam, sampailah kami di tempat parkir.. dan.. di wiper kaca mobil sudah diselipkan tiket tilang saudara-saudara.. πŸ˜€ Galak banget nih polisi Cordoba, padahal baru lewat 40 menitan.. Untungnya, kalau overtime kurang dari 1 jam, kita masih bisa membayar tilang langsung di mesin parkir, dengan memasukan kode tilang yang ada di tiket. Dendanya cuma 10 euro, setara dengan 2 jam parkir. Kalau lebih dari 1 jam overtime nya, harus mengikuti sidang tilang atau bayar denda ratusan euro.. phew…!

Oh ya, di sekitar kota tua Cordoba ini banyak sekali pohon jeruk, saat kami disana, sedang lebat-lebatnya pohon jeruk berbuah. Banyak sekali buah jeruk yang berserakan di jalan, rontok karena mateng pu’un πŸ™‚ Warna jeruk yang orange mengkilap membuat saya tertarik untuk mencoba rasanya, saya bayangkan rasanya seperti jeruk sunkist. Saya ambil satu jeruk yang tergeletak di jalan, kupas, dan cicipi.. wuahh.. rasanya asam-pahit dan nggak enak!.. Saya coba ambil jeruk lain, sama saja rasanya. πŸ˜€ Pantas saja tidak ada yang mau mengambil jeruk yang berserakan di jalan, emang nggak enak sih.. πŸ˜€

One Comment Add yours

  1. Difi Damanik berkata:

    Win, waktu gw ke sini tempo hari sudah ada public parking yang dekat banget dengan Masjid ini. Public parking ini hanya berjarak 300 meter dan bertingkat 3. Per jam gw kena 1,76 euro. Gw ke Cordoba hanya bermodalkan Waze dan cukup akurat untuk petunjuk jalan. Gw juga sempat nyasar2 ke jalan kecil, untungnya mobil sewaan gw mobil Opel Corsa yg sebesar Honda Jazz. Bini gw trus inisiatif searching public parking melalui waze dan dapet deh.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s