Rainy Days in Rio

Kota Rio de Janeiro terkenal dengan monumen Christ The Redeemer, yang merupakan salah satu dari New 7 Wonders of The World. Tidak sah rasanya kalau berkunjung ke Rio tidak melihat monumen ini.

Karena saya hanya berkunjung 2 malam di Rio  saya memutuskan ikut city tour, yang salah satu destinasinya mengunjungi monumen Christ The Redeemer ini.

Selain pertimbangan kepraktisan, saya banyak membaca kalau crime rate di Rio termasuk sangat tinggi. Copet dan jambret di Rio termasuk nekat dan ganas, apalagi terhadap turis asing, banyak video di youtube yang merekam aksi kriminal di Rio ini. Untuk mengurangi resiko dicopet atau dijambret, saya memilih ikut city tour.

Jam 9.30 pagi city tour dimulai dengan mengunjungi stadion Maracana. Ini adalah salah satu stadion sepakbola terbesar di dunia. Di stadion ini timnas Brazil pernah menjadi tuan rumah piala dunia sepakbola di tahun 1950 dan 2014. Sayangnya, tiap kali kenjadi tuan rumah Brazil gagal menjadi juara.

Kemudian kami mengunjungi Sambadrome, arena tempat berlangsungnya acara tahunan Rio Carnival. Dari situ lanjut ke Escalior Selaron. Ini tangga di kampung pemukiman (favela), namun dinding dan anak tangga disini dihiasi keramik dari berbagai negara di dunia. Sayang saat sampai sini turun hujan lebat, padahal tour guidenya info ke saya di salah satu anak tangga ada keramik dari Indonesia. Nggak sempet nyari. Tujuan selanjutnya Rio Cathedral, gereja unik berbentuk kerucut. Saat sampai sini hujan makin lebat, masuk gereja basah2an.

Dari katedral, waktunya makan siang. Tapi jalanan macet total karena banjir di banyak tempat. Van group tour kami terjebak banjir nyaris 2 jam. Kami baru sampai di restoran jam 2 siang, dari jadwal jam 12.

Setelah makan seharusnya tour lanjut ke sugarloaf cable car dan monumen Christ The Redeemer, tapi hujan tetap lebat, tour guide mengabarkan cable car stop beroperasi dan jalan ke monumen Christ Redeemer ditutup karena terlalu licin (monumen ini berada dipuncak bukit setinggi 700 meter). Akhirnya city tour terpaksa di stop tengah jalan, peserta tour mendapatkan refund untuk tiket cable car dan tiket Christ The Redeemer.

Sampai malam hujan tak berhenti, saat makan malam ke pantai ipanema pun masih hujan. Saya harus naik uber kemana2 karena hujan deras ini.

Besok paginya Rio masih gerimis, setelah sarapan dan checkout hotel saya naik uber ke Corcovado train station. Ini adalah stasiun cog train untuk naik ke monumen Christ Redeemer. Saat membeli tiket kereta, saya diinformasikan bahwa diatas sana awan tebal, zero visibility. Berhubung udah jauh-jauh ke Rio, dan ini hari terakhir saya di Rio, saya tetap beli tiket kereta ke atas. 2 gerbong cog train pagi ini tidak penuh, mungkin banyak pengunjung yang membatalkan wisata karena zero visibility ini.

Benar saja, sampai di puncak patung Christ The Redeemer ini terlihat samar-samar karena awan tebal. Pemandangan kota Rio dibawah sana sama sekali tidak terlihat. Pada beberapa kesempatan, awan agak menipis, patung Christ Redeemer lumayan terlihat jelas. Selama 2 jam saya diatas, mungkin hanya 4-5 kali monumen terlihat lumayan jelas, itupun hanya sekitar 3-5 detik saja, selebihnya hanya bisa melihat bagian kaki saja, bagian atasnya samar-samar.

Meskipun hanya beberapa saat melihat monumen dengan jelas, saya cukup puas mengingat selama 2 hari saya di Rio, kondisi cuaca memang tidak bagus. Mungkin ini pertanda saya harus kembali lagi ke Rio, someday.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s