Getting High in Cusco

Cusco pernah menjadi ibukota kerajaan Inca sampai abad 15. Saat Spanyol menguasai Peru, Cusco menjadi salah satu kota utama pemerintahan kolonial.

Saat ini umumnya wisatawan datang ke Cusco sebagai kota transit sebelum ke Machu Picchu. Bandara terdekat ke Machu Picchu memang berada di kota Cusco ini.

Di kota Cusco cukup banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Tujuan utama adalah Plaza de Almas, yang merupakan alun-alun kota Cusco.

Di sekeliling Plaza de Almas ada Cusco Cathedral. Gereja ini dibangun pada abad 17, diatas pondasi Temple of The Sun ex kerajaan Inca.

Kota Cusco berada di ketinggian 3.400-3500 meter.diatas permukaan laut, salah satu kota besar yang memiliki elevasi tertinggi di dunia. Lansekap Cusco yang berbukit-bukit membuat pengunjung harus banyak naik-turun di jalanan kota yang sempit.

Karena elevasi tinggi, kadar oksigen di Cusco relatif tipis. Hal ini membuat banyak wisatawan yang mengalami altitude sickness, dengan gejala antara lain pusing, sesak nafas atau gampang tersengal-sengal meskipun aktivitas biasa saja.

Di Cusco banyak dijual kaleng oksigen portabel dan obat anti altitude sickness yang berbahan dasar daun coca, untuk.meringankan gejala altitude sickness ini. Kalau nggak mengalami altitude sickness, mengkonsumsi pil berbahan daun coca ini malah bisa bikin ‘high’ 😀

Siang hari, temperatur di Cusco berkisar belasan derajat celcius, nyaman untuk jalan-jalan keliling kota, tapi malam hari suhunya drop dibawah 10 derajat meskipun kamar hotel sudah pakai heater, masih terasa dingin.. tidur musti pake selimut tebal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s