Visa Multiple Afrika Selatan

Awal Mei 2019, saat browsing berbagai destinasi penerbangan di skyscanner, saya melihat penerbangan Jakarta-Johannesburg di masa libur lebaran dengan tarif promosi yang menggiurkan. Rasanya saat itu juga ingin mengeksekusi tiket promo tersebut, namun mengingat ke Afrika Selatan WNI memerlukan visa, eksekusi tiketpun tertunda.

Saya lalu mencari informasi visa Afrika Selatan di portal resmi kedutaan (http://www.dirco.gov.za/jakarta/consularservices.html). Disitu dituliskan syarat-syarat dokumen mengurus visa turis, yaitu:

  • Mengisi aplikasi visa (Form BI 84) (dengan tinta hitam dan huruf kapital). Formulir visa bis diunduh disini: http://www.dirco.gov.za/jakarta/VisaApplication-BI-84.pdf
  • Dua (2) x pasfoto ukuran paspor, berwarna, diambil dalam 6 bulan terakhir. (Tidak disebutkan ukuran dan latar belakang, namun saya dan keluarga menggunakan ukuran 3,5 x 4,5 cm dengan latar belakang putih).
  • Reservasi tiket pesawat (Saat saya ajukan aplikasi, tiket belum issued)
  • Bukti pesanan akomodasi (saya menggunakan reservasi booking.com yang dapat dibatalkan)
  • Keterangan bekerja dari perusahaan dan pernyataan dari perusahaan bahwa karyawan akan kembali ke Indonesia.
  • Paspor asli + kopi halaman depan paspor dan endorsemen nama jika ada. Paspor harus masih berlaku setidaknya selama 30 hari sejak tanggal kepulangan dari Afrika Selatan.
  • Biaya visa (IDR 650,000).
  • Rekening tabungan/giro selama 3 bulan terakhir
  • dokumen lainnya yang mungkin dianggap perlu, misalnya, anak dibawah 18 tahun melampirkan akta kelahiran dengan terjemahan bahasa Inggris oleh sworn translator, jika status ibu rumah tangga, melampirkan Akta Nikah yang diterjemahkan oleh sworn translator.

Setelah mengunduh formulir BI 84, saya mengisi formulir visa sebanyak 4 halaman tersebut, isian yang harus diisi cukup simple, terutama data pribadi dan data paspor, serta tujuan dan alamat di Afrika Selatan.

Setelah mengisi formulir, saya melakukan reservasi tiket pesawat di Ethiopian Airlines (belum issued), printout reservasi tersebut bersama dokumen2 persayaratan saya bawa ke kedutaan Afrika Selatan, di Gedung GKBI Lt. 7, Jl. Jend, Sudirman Kav. 28, Jakarta.

gkbi

Senin 13 Mei 2019 jam 9 pagi, kedutaan Afrika Selatan relatif sepi. Saya hanya sendiri di bagian konsuler visa. setelah menunggu sejenak di loket visa, petugas mempersilakan saya untuk menyampaikan dokumen2 aplikasi.

20190513_103620.jpg

Setelah dokumen saya diperiksa, ada beberapa kekurangan yang harus saya lengkapi, yaitu surat keterangan kerja istri dan kopi rekening untuk aplikasi anak-anak. Saya juga bertanya ke petugas, apakah mungkin apply untuk multiple visa, karena ada rencana juga ke negara tetangga Afsel, Mozambique dan Zimbabwe. Petugas menjawab bisa dipertimbangkan, jika melampirkan itinerary lengkap. Petugas menyampaikan bahwa proses visa bisa memerlukan waktu sampai 15 hari kerja.

Saya agak terkejut, mengingat rencana keberangkatan adalah pada 30 Mei, kurang dari 15 hari kerja. Namun petugas mengatakan, dalam kasus tertentu bisa dipercepat prosesnya.

Jumat pagi, 17 Mei, saya dikabari bahwa visa kami sudah di approve dan dapat diambil di kedutaan. Setelah saya ambil, ternyata kami berempat diberikan visa multiple dalam waktu 3 bulan. Uniknya, data-data di visa bukan printout komputer, tapi ditulis tangan, baik nama, masa berlaku dan multiple entrynya.

Dengan visa multiple entry ini, kemungkina ngebolang kami juga akan mengunjungi negara tetangga Afsel yang memberikan fasilitas visa on arrival seperti Mozambique dan Zimbabwe, ata e-visa seperti Lesotho. We’ll see.. πŸ˜‰

Tsamina mina eh eh.. Waka waka eh eh.. This time for Africa..

20190517_171529.jpg

16 Comments Add yours

  1. D (@igookill) berkata:

    mas, apa kemarin melampirkan yellow fever certificate? kan terbangnya lewat ethiopia. tks

    Suka

    1. Hi D..
      Kemarin say tidak diminta sertifikat tersebut saat apply. Waktu ambil paspor juga nggak diminta buat certificate.
      Tapi hampir semua teman nanya hal ini.. saya jadi ragu sendiri.. πŸ˜€
      Tau2 sampe Joburg diminta kan manyun.. kayaknya minggu ini saya mau buat aja deh..

      Suka

  2. Neni berkata:

    Menghitung hari keberangkatan,mas.
    Pasti seru liburan ama keluarga dan menikmati keeksotisan Afsel

    Suka

    1. Trims Neni.. iya.. beeberapa hari lagi nih.. πŸ™‚

      Suka

      1. Ayu berkata:

        Hi mas, kalau dokumen yang harus di translate itu apakah wajib dari sworn atau boleh terjemahan sendiri? Di sworn kalau boleh tau berapa biaya perlembarnya?
        Mengenai masa berlaku visa nya dihitung dari tanggal berangkat atau brp minggu sebelumnya? Makasih

        Suka

        1. Hi Ayu..
          Kedutaan Afrika Selatan mensyaratkan dokumen terjemahan wajib menggunakan sworn translator.
          Biaya sworn translator bervariasi, setahu saya mulai dari Rp 100.000 per lembarnya.
          Masa berlaku visa dihitung sejak diterbitkan oleh kedutaan.

          Suka

          1. Ayu berkata:

            Saya rencana akan berangkat february tahun depan, tapi mau urus visa nya bulan ini. Kira2 bisa ga ya mas? Makasih

            Suka

          2. Hi Ayu..
            Sepertinya terlalu dini..
            Umumnya kedutaan baru bisa memproses aplikasi visa 2-3 bulan sebelum tanggal ketibaan disana..

            Suka

  3. Dita berkata:

    Hi Mas, mau tanya dong, ada minimal saldo gak ya untuk rekening koran 3 bulan terakhir? Berapa ya Mas? Thanks

    Suka

    1. Hi Dita..
      Tidak ada aturan saldo musti berapa.. kira2 cukup untuk biaya tiket pp plus biaya hidup selama disana..

      Suka

  4. Vanda berkata:

    Hallo mas nelwin.. mau nanya dong jadi kemarin waktu apply visa mas ga di tolak karena blm suntik kaan ya? Aku deg2an mau apply juga soalnyaa… sama waktu itu mas nelwin jadi visa nya brapa lama yaa?

    Suka

    1. Hi Vanda..
      Saat apply tidak diminta bukti vaksin.. saat ambil visapun tidak diingatkan untuk vaksin.. saya inisiatif sendiri aja, karena sebelum ke Afsel mampir ke Ethiopia.
      Visa saya dulu selesai sekitar 1 minggu..

      Suka

  5. Sherly berkata:

    Apakah perlu vaksin demam kuning atau yellow fever? Terima kasih

    Suka

    1. Hi Sherly..
      Jika sebelum ke Afsel anda transit di negara2 yang rawan yellow fever seperti Ethiopia, Senegal, Congo.. anda wajib vaksin yellow fever. Jika tidak transit di negara2 rawan yellow fever, maka vaksin tersebut optional saja.

      Suka

  6. Fitri yulia noor berkata:

    Mas maksudnya tiket belum issued jadi gmn ya? Mas pesan tiket nya pas itu dmn ya? Thanks

    Suka

    1. Hi Fitri..
      Saya waktu itu reservasi pesawat dulu, tapi belum dibayar.. bukti reservasi pesawat ini saya lampirkan saat apply visa Afsel.
      Setelah visa diproses, baru saya bayar tiket pesawatnya. Beberapa travel agent bisa memberi waktu seminggu untuk pembayaran reservasi tiket.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s