Jangan Salah Visa Mesir

Beberapa waktu lalu, ada berita tentang beberapa wisatawan Indonesia yang di deportasi dari Mesir, karena tiba di bandara Cairo tanpa memiliki visa. Mereka mendapat informasi yang tidak akurat bahwa pemegang paspor Indonesia bisa memanfaatkan Visa on Arrival (VOA) di bandara Cairo.

(https://m.detik.com/news/berita/2913480/pemerintah-mesir-perketat-izin-visa-wni-tahun-ini-6-orang-ditolak)

Informasi ini keliru. Memang ada ‘semacam VOA’ bagi pemegang paspor Indonesia, namun ini terbatas bagi rombongan wisatawan yang pergi ke mesir dalam ‘organized trip’, alias ikut paket tour yang di selenggarakan biro perjalanan, dengan jumlah peserta minimal 10 orang.

Itupun tidak bisa langsung berangkat begitu saja. Biro perjalanan ini harus meminta izin ke otoritas Mesir, minimal dua minggu sebelum keberangkatan, ke Imigrasi dan kepolisian Mesir, dengan mengirimkan daftar nama dan nomor paspor peserta tour.

Setelah persetujuan diperoleh, barulah peserta tour bisa berangkat ke Mesir. Sampai di bandara Cairo atau land border Taba, peserta tour membayar ‘semacam VOA’ dengan biaya USD 25-60, dan akan di tempelkan stiker visa di paspor.

(http://www.kemlu.go.id/id/berita/siaran-pers/Pages/Aturan-VISA-bagi-WNI-yang-Berkunjung-ke-Mesir.aspx)

Jika tidak ikut rombongan tour, pemegang paspor Indonesia wajib mengajukan visa terlebih dahulu di kedutaan Mesir di Jl. Teuku Umar, Menteng, Jakarta.  Pengajuan visa disini biayanya Rp 500.000 untuk visa turis single entry. Proses visanya sekitar 5 hari kerja.

Syarat pengajuan visa Mesir:

– Mengisi formulir aplikasi visa

– pas foto warna 4×6 2 buah

– surat keterangan kerja / sekolah

– rekening bank 3 bulan terakhir

– paspor yang masih berlaku 7 bulan

– copy paspor

– copy kartu keluarga

– bookingan pesawat dan hotel

Telepon kedutaan Mesir (021) 3143440. Jika aplikasi visa anda telah diperoleh, kedutaan Mesir akan mengirimkan email.

Selain mengurus sendiri ke kedutaan, bisa juga mengurus melalui visahq.id dengan biaya Rp 1.227.000.

Sudah bebetapa tahun terakhir situasi politik dalam negeri Meair bergejolak. Dalam kondisi ini Imigrasi Mesir cukup selektif dalam memberikan visa. Jika.ada indikasi tujuan ke Mesir selain untuk tujuan wisata dan bisnis, bisa jadi aplikasi visa akan di tolak.

Bulan Juli 2017 lalu, ada 4 mahasiswa Indonesia yang di deportasi dari Mesir, karena memasuki wilayah yang sedang bergejolak. Jadilah wisatawan yang cerdas, sebagai tamu di satu negara, ikuti semua aturan dan pembatasan yang di tetapkan oleh pemerintah setempat.

2 Comments Add yours

  1. Neno berkata:

    Masalahnya visa mesir ntu susah sekali diperoleh mkn lbh sulit dr visa amrik atau eropa. Saya dan tmn saya mngajukan visa sjak mid maret namun hingga kini tmn saya blm jelas apakah ditolak atau diterima sedang saya sudah diterima lbh dulu, namun ttp blm bisa berangkat krna sndiri hrs minimal bdua

    Suka

    1. Hi Neno..
      Betul.. banyak yang cerita visa mesir susah diperoleh kalau urus sendiri dan jalan sendiri.. maklum aja.. kondisi politik Mesir sedang tidak stabil.. mereka ingin memastikan yang berniat ke Mesir hanya untuk tujuan wisata. Karenanya yang urus visa dengan ikut paket tour lebih dipermudah..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s