Jalan Kaki Keliling Nairobi

Setelah 2 hari berturut-turut mengunjungi taman nasional di Kenya, hari ketiga kami di Kenya kami manfaatkan untuk berkeliling di pusat kota Nairobi, ibu kota Kenya. Senin 27 Januari 2025, setelah sarapan di restoran Java dekat hotel, kami melanjutkan eksplorasi kami di Nairobi dengan berjalan kaki. Kebetulan, hotel tempat kami menginap berada di kawasan business district Nairobi, jadi cukup dengan berjalan kaki, kita bisa mengunjungi berbagai landmark di pusat kota Nairobi.

Kota Nairobi berada di ketinggian sekitar 1.800 meter diatas permukaan laut, karenanya suhu udara di kota ini cukup sejuk. Di pagi atau malam hari bahkan bisa cukup dingin, dengan suhu udara sekitar 15 derajat celcius. Dengan suhu udara sejuk seperti ini, cukup menyenangkan berjalan kaki di Nairobi. Sekitar jam 10 pagi kami memulai eksplorasi kota Nairobi, menuju Jamia Mosque, masjid terbesar di kota Nairobi.

Sepanjang kami berjalan kaki menuju Jamia Mosque, banyak sekali warga lokal yang mendekati kami menawarkan untuk mampir ke toko souvenir, pasar Maasai maupun menawarkan berbagai tour. Dengan sopan kami menolak tawaran-tawaran tersebut. Sampai di Jamia Mosque, kami berfoto-foto di sekitar masjid, namun tidak masuk ke dalam, karena waktu sholat masih cukup lama. Di sebelah masjid ini terdapat gedung perpustakaan McMillan dengan arsitektur kolonial yang terlihat megah.



Kami melanjutkan jalan kaki ke City Market, yang merupakan pasar tradisional Nairobi, yang juga banyak menjuyal souvenir-souvenir khas Afrika. Fasad luar pasar ini dihiasi dengan berbagai lukisan dan mural warna-warni, membuat pasar ini terlihat eye catching dari jauh dan menjadi salah satu spot foto wajib di pusat kota Nairobi. Semula, saya ingin masuk ke dalam pasar, melihat-melihat dagangan yang ada di dalam pasar, namun karena banyak sekali calo yang cukup agresif mendekati kami, kami malah akhirnya mengurungkan niat masuk ke dalam pasar, dan memutuskan untuk melanjutkan eksplorasi kota Nairobi.

Selanjutnya, kami berjalan menuju Kenyatta Avenue. Ini adalah jalanan protokol di pusat kota Nairobi, seperti jalan Thamrin di Jakarta. Lalu lintas sangat ramai di jalanan ini, menggambarkan kesibukan kota berpenduduk 5 juta jiwa ini. Setelah mengambil foto di beberapa sudut Kenyatta Avenue, kami lanjut jalan kaki ke kompleks Kenyatta International Conference Centre (KICC). Dengan arsitektur modernnya, gedung ini adalah pusat konferensi utama di Kenya dan simbol kemajuan negara, yang sering digunakan menjadi tempat konferensi internasional.



Kami juga mengunjungi Parliament Building & Presidential Palace, simbol pemerintahan Kenya yang penuh sejarah. Saat saya mengambil foto di depan gedung parlemen, saya ditegur oleh seorang warga lokal, dia menginfokan bahwa gedung parlemen tidak boleh di foto, padahal di sekitar situ tidak ada tanda larangan foto. Setelah saya cari informasi di google, rupanya tahun 2024 lalu gedung parlemen Kenya ini diserbu demonstran yang memprotes kenaikan pajak, mengakibatkan sebagian gedung terbakar dan 5 orang demonstran tewas.

Sejak itu pengamanan di sekitar gedung parlemen ditingkatkan. Begitu juga di kompleks kantor presiden, tentara bersenjata lengkap banyak berdiri di sekitar kantor presiden. Disini terpampang jelas no camera sign, jadi kami tidak bisa berfoto di sekitar kantor kepresidenan Kenya ini.



Sekitar jam 1 siang, kami beristirahat sambil makan siang di restoran Zaman, yang menyajikan makanan hala dengan menu timur tengah dan makanan lokal, seperti Nyama Choma, semacam daging sapi panggang, yang disajikan dengan Ugali, jagung tumbuk dengan tekstur lebih kenyal dari mashed potato. Cukup enak rasanya, meski bumbunya terasa kurang berani jika dibandingkan makanan Asia.

Menjelang sore, kami kembali ke arah hotel, dan melewati Uhuru Park dan Central Park. Terletak di pusat kota Nairobi, Uhuru Park adalah taman kota yang luas dan populer untuk rekreasi. Dikenal sebagai tempat penting dalam sejarah Kenya karena sering digunakan untuk acara politik dan perayaan nasional. Uhuru Park memiliki danau buatan di tengahnya, lengkap dengan wisata perahu dayung, jalur pejalan kaki yang indah, dan area hijau yang luas untuk beristirahat. Uhuru Park terletak bersebelahan dengan Central Park yang juga asri dan rindang.

Sekitar jam 3 sore, kami berangkat dari Nairobi Safari hotel menuju bandara Jomo Kenyatta, untuk melanjutkan petualangan kami di Afrika ke negara berikutnya, Tanzania.

Tinggalkan komentar