Istimewanya Rumah Ibadah di Balkan

Negara Balkan merupakan sekumpulan negara yang terletak di Eropa Tenggara. Penduduknya sekitar
53 juta dengan daratan seluas 550.000 km persegi. Ensiklopedi Britannica menyebut negara yang termasuk dalam kelompok negara Balkan ialah Rumania, Moldova, Bulgaria, Yunani, Albania, dan negara-negara bekas Yugoslavia yang merdeka seperti Serbia, Kroasia, Slovenia, Makedonia Utara, Bosnia & Herzegovina, dan Montenegro. Agama utama daerah ini Kristen (Ortodox dan Katolik) dan Islam, juga terdapat penganut Judaisme.

Akhir bulan Februari 2024, perjalanan kami dimulai dari Jakarta menuju Istanbul, Turki. Selama 12 hari kami mengunjungi 8 dari 11 negara negara Balkan: Yunani, Makedonia Utara, Albania, Montenegro, Croatia, Bosnia-Herzegovina, Serbia dan Bulgaria. Pukul 13.20 waktu Istanbul, pesawat udara yang kami tumpangi mendarat dengan mulus setelah melewati petugas imigrasi Turki. Kami mengawali kunjungan ke dua masjid masyhur: Masjid Hagia Sophia dan Masjid Biru.

Berbeda dengan kunjungan pertama ke Istanbul di tahun 1989 lalu, kali ini kami tidak berkesempatan memasuki area dalam Masjid Hagia Sophia, karena waktu sholat belum tiba. Kalaupun ingin masuk dan mengunjungi museumnya, perlu membeli tiket seharga US$ 54. Cukup menikmati keindahan Hagia Sophia dari luar saja. Berbeda dengan Masjid Biru yang berdiri di seberangnya terbuka dan bebas untuk dikunjungi hingga ke dalam.

Balkan memiliki rumah-rumah ibadah yang sukses bikin kagum karena keindahan dan keasriannya. Let’s check this out!

Biara Santo Nikolas “Terapung” di Porto Lagos Yunani

Salah satu biara terindah di Yunani, terletak di sebuah pulau kecil di perairan dangkal danau Vistonida. Puluhan burung liar beterbangan di atas kepala pengunjung dan menyelam secara spektakuler ke perairan danau yang jernih dan dangkal untuk
mencari ikan serta dikelilingi alam nan indah dan tenang. Jika selama ini kita terbiasa melihat biara yang berada di puncak gunung atau di bangun dipermukaan tebing, ini akan menjadi perubahan yang menyenangkan.
Berseberangan dengan biara dibangun gereja Kristen Ortodox Panagia Pantanassa. Keduanya terhubung ke daratan satu sama lain melalui jembatan kayu kecil, menjadikan tempat ini mudah diakses, dengan tetap menjaga suasananya berbeda dari dunia biasa. Siapapun yang cukup beruntung mengunjungi danau Vistonida harus mengunjungi tempat yang sederhana namun luar biasa indah dan tenang ini.

Masjid “Musik” Halil Bey di Kavala Yunani


Peninggalan kekayaan bangunan Ottoman ini disebut Palia Mousiki. Masjid Halil Bey ini dibangun di atas gereja Paleochristian Aghia Paraskevi, seperti yang dapat dilihat dari reruntuhannya melalui lantai kaca. Masjid yang berwarna merah ini dibangun pada abad ke-16, menjadi masjid terbesar kedua di Kavala. Antara tahun 1930-1940, masjid ini menjadi tempat orkestra sehingga dijuluki “masjid musik”.
Pada tahun 1950, menara dirobohkan. Setelah melalui serangkaian perbaikan, kini masjid dibuka untuk umum dan berfungsi sebagai museum dan aula masyarakat.

Masjid “Kecil” Murat Pasha di Skopje Makedonia Utara


Masjid bersejarah ini menyambut semua orang dengan segala keindahannya tepat di tengah pasar tua. Terdapat sumber air minum di dekatnya, masjid ini adalah salah satu karya yang masih bertahan dari kesultanan Ottoman. Menurut Wikipedia, keistimewaan masjid yang dibangun di atas biara St. George–biara utama di Skopje sebelum kedatangan Ottoman–adalah atapnya yang datar tidak berbentuk kubah
sebagaimana biasa. Masjid bersejarah ini hampir menyatu dengan masa lalu dan membawa masa lalu hingga saat ini, dalam suasana yang mempesona.

Masjid Serena Dzamija “Masjid Dekorasi” di Tetovo Makedonia Utara


Berdecak kagum ketika melihat Masjid Serena Dzamija yang terkenal juga dengan nama masjid Pasha atau masjid Alaca. Masjid ini memiliki lukisan warna-warni yang menghiasi seluruh badan luar masjid. Masjid yang terletak berdekatan dengan sungai Pena ini pertama kali dibangun pada tahun 1438, dibiayai oleh dua orang bersaudara yakni Hurshida dan Mensure, yang makamnya terawat berada tepat di belakang masjid berseberangan dengan tempat wudu.
Selain bahan material bangunan, keunikan lain dari masjid ini adalah penggunaan cat minyak dan glasir yang dibuat dari 30.000 telur untuk membuat dekorasi masjid yang rumit. Berbeda dari kebanyakan masjid bergaya Ottoman lainnya, masjid ini memiliki banyak dekorasi lukisan bunga yang cerah di setiap dindingnya bak sesuatu yang muncul dari kisah dongeng Arab. Diantara lukisan yang paling menarik adalah penggambaran Mekah yang merupakan ilustrasi langka tempat suci umat Islam.
Selain itu, semua dinding luar dan dinding dalam masjid dilukis dengan gaya yang terinspirasi dari masa akhir Barok Italia, periode gaya dalam sejarah dan seni Italia yang berlangsung dari akhir abad ke 16 hingga awal abad 18.

Masjid Et’hem Bey, masjid “heroik” di Tirana Albania


18 Januari 1991 menandai dibukanya kembali masjid Et’hem Bey untuk pertama kalinya setelah 30 tahun. Masjid ini sempat ditutup di bawah pemerintahan komunis selama 3 dekade. Masjid kecil cantik yang bersebelahan dengan tugu jam kota ini mulai dibangun pada tahun 1790. Masjid ini dihiasi dengan motif yang jarang terlihat dalam seni Islam, seperti lukisan pepohonan, air terjun, dan jembatan pada dinding dalam dan dinding luar masjid.

Peristiwa yang menjadi kisah heroik masjid adalah ketika ribuan orang pemberani pada 18 Januari 1991 memasuki masjid dan yang luar biasa adalah polisi tidak melakukan intervensi apa pun. Sebuah peristiwa yang menandai awal jatuhnya komunisme di Albania sekaligus sebagai tonggak sejarah lahirnya kembali kebebasan beragama di Albania.

Blagaj Tekija, “Biara Sufi Darwis” di Mostar Bosnia & Herzegovina


Blagaj Tekija memukau pengunjung dengan suasana alamnya yang sangat indah. Bangunan sederhana era Ottoman ini terletak di dasar tebing besar dan sesuai peruntukannya bangunan tersebut ditujukan untuk berzikir. Air sungai Buna yang mengalir melalui gua yang melewati biara mengalir deras. Tepat di sebelah mata air terdapat biara yang dibangun abad ke-16 oleh para Darwis, sebuah cabang Sufi dalam agama Islam, Sufisme atau tasawuf adalah dimensi mistis Islam (Wikipedia).
Selanjutnya Wikipedia menerangkan bahwa tekija berarti sebuah bangunan yang khusus sebagai tempat perkumpulan sufi. Karena suasana alam dan sejarahnya yang penting, tempat ini dikenal di seluruh dunia sebagai “Tekija di sumber sungai Buna” Tekija di Blagaj. Walaupun saat ini sebagian besar bangunan
merupakan obyek wisata, tempat ini masih merupakan tempat suci dan zikir masih terselenggara 3 malam setiap minggunya.

Sinagoga Kuno di Sarajevo Bosnia & Herzegovina


Dibangun pada akhir abad ke-16. Pada saat pendudukan tentara Nazi Jerman di tahun 1941, sinagoga tersebut dijarah dan dihancurkan. Sejarah kelam sinagoga saat menjadi tempat penahanan kaum Judaisme Sarajevo, sebelum dideportasi ke kamp konsentrasi. Saat ini sinagoga digunakan sebagai museum dan menjadi Monumen Nasional Bosnia dan Herzegovina sejak tahun 2003.

Masjid Gazi Husrev-Beg, “Permata arsitektur Ottoman” di Sarajevo Bosnia & Herzegovina


Masjid ini menjadi masjid pertama di dunia yang mendapatkan aliran listrik. Masjid selesai dibangun pada tahun 1532 M memadukan aspek budaya, seni, dan spiritualitas yang dirancang oleh arsitek terkenal Persia, Ajam Asir Ali.

Saat melangkah ke halamannya yang luas, kemegahan masjid terungkap. Kagumi tiang marmer tebal dan indah yang menghiasi pintu masuk. Ruang dalam pemandangan memikat dengan ruang yang luas dan serasi, ditutup permadani merah nan indah. Di tengah halaman berdiri air mancur marmer yang anggun
yang tidak hanya menambah estetika tetapi juga tujuan praktis. Peziarah dan pengunjung dapat menggunakan air mancur ini untuk berwudu, selain menggunakan dua tempat wudu yang tersedia di sisi utara masjid. Ada pula kedai kecil penjual kitab suci serta pernak-pernik lainnya yang berada di selatan masjid. Dari Menara setinggi 45 meter azan dikumandangkan 5 kali setiap harinya menandakan waktu sholat.
Kota Sarajevo merupakan representasi yang cukup baik untuk gambaran sebagai European Jerusallem, rumah-rumah ibadah pemeluk agama Islam, Katolik, Kristen Ortodox dan Judaisme saling berdekatan dalam kehidupan beragama yang damai.

Masjid Bajrakli di Beograd Serbia


Sangat singkat kunjungan kami ke masjid ini sehingga hanya menikmati keindahan masjid dari luar. Masjid ini merupakan bangunan tunggal dengan kubah segi delapan yang ditopang oleh tembok besar dan menara yang dibangun sekitar tahun 1575.
Masjid ini satu-satunya masjid yang tersisa dari 273 masjid yang pernah berdiri di Beograd (Wikipedia). Masjid ini pernah dialihfungsikan menjadi gereja Katolik saat wilayah Serbia diduduki oleh Austria. Setelah Ottoman berhasil merebut kota Beograd, bangunan kembali dijadikan masjid. Masjid Bajrakli adalah satu-satunya contoh arsitektur keagamaan Islam yang tersisa dan aktif di Beograd.

Gereja Alexander Nevsky di Sofia Bulgaria


Pembangunan gereja ini diresmikan di tahun 1924 dan merupakan salah satu lambang atau maskot bagi kota Sofia, hingga sekarang menjadi salah satu tempat wisata paling menarik di kota tersebut. Gereja yang terletak di jantung kota Sofia ini berkapasitas 10.000 orang. Katedral dibangun untuk menghormati tentara Rusia yang tewas dalam perang Rusia-Turki tahun 1877, dan dinamai menurut Saint Alexander
Nevsky seorang pangeran Rusia pada awal abad 13. Gaya khas gereja adalah kubah berwarna hijau dan emas. Bangunan megah ini menjulang setinggi 45 meter.

Gereja St. Nicholas “Sang Pembuat Keajaiban” di Sofia Bulgaria

Berjalan menyusuri jalan ‘Tsar Osvoboditel’ yang ramai dan sibuk penuh orang dan penuh kehidupan. Kaki melangkah menuju Gereja St. Nicholas, setiba di sana timbul rasa damai dan bebas dari segala sesuatu yang bersifat materi. Anda akan melihat kubah emas indah yang disebut ‘gereja tercantik di Sofia’. Kubahnya yang tinggi, dikelilingi empat kubah kecil semuanya berwarna keemasan selaras dan sempurna dengan atap gereja berwarna hijau. Gereja ini dibangun di lokasi masjid yang dihancurkan setelah pembebasan Bulgaria dari kekuasaan Ottoman di tahun1882.
Dalam Bulgaria-infoguide.com disebut hal populer dari gereja itu adalah ruang bawah tanah berisi makam mantan Uskup Agung Seraphim yang meninggal pada tahun 1950, ia dianggap sebagai pembuat keajaiban bagi banyak orang. Banyak peziarah pengunjung makam Uskup berdoa dan meninggalkan catatan meminta agar permohonannya dikabulkan.

Gereja “rotunda” St. George di Sofia Bulgaria


Berjalan melewati kantor sederhana Presiden Bulgaria yang hanya dijaga dua orang tentara, di tengah-tengah lapangan parkir kantor terhampar reruntuhan era Romawi dan gereja rotunda (gereja dengan bentuk melingkar) St. George yang dibangun dari batu bata merah. Gereja ini dikenal juga dengan nama gereja Sofia St. George. Berdiri sejak awal abad ke-4, Gereja St. George dianggap sebagai bangunan
tertua di Sofia. Selain usianya yang mengesankan, Bulgaria-infoguide.com menulis bila kita memasuki rotunda, dinding-dindingnya menampilkan lima lapisan lukisan yang tertua dari abad ke-4 dengan motif bunga, yang kedua, ketiga, keempat dari abad pertengahan Bulgaria dan yang terakhir dengan motif ornamen Islam

Masjid Banya Bashi di Sofia Bulgaria


Berada di pusat kota Sofia, masjid Ottoman ini selesai dibangun pada tahun 1566. Sekarang menjadi satu-satunya masjid yang masih berfungsi di Sofia, sisa dari pemerintahan Ottoman di Bulgaria yang berlangsung hampir lima abad. Nama masjid Banya Bashi berarti “banyak pemandian”, yang dulunya terdapat di tempat sebelah masjid. Layaknya Gereja rotunda St. George, reruntuhan era Romawi juga terserak disekitar masjid. Sungguh suatu pemandangan peninggalan sejarah yang harmonis dan menakjubkan pengingat masa lalu.
Mengakhiri perjalanan di negara-negara Balkan, dari Sofia Bulgaria bus langsung kembali ke Istanbul. Saat melewati kota Edirne Turki, terlihat Masjid Selimiye yang ditandai dengan 4 menara tinggi berbentuk pensil lancip laksana menusuk langit. Berhubung keterbatasan waktu, kami hanya menikmati keindahan masjid dari atas bus serta mengambil gambar masjid dari tempat duduk.


Masjid megah yang dibangun tahun 1568 ini dianggap sebagai salah satu pencapaian tertinggi arsitektur Islam dan dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2011.


Naskah: Lutfi Djoko D.
Foto : Edo, Ira, Lutfi, Rudy

Tinggalkan komentar