Masjid Az Zikra Bogor

Muammar Qaddafy, mantan pemimpin Libya itu memang telah tiada. Namun, di kawasan perbukitan Sentul Selatan Bogor ada sebuah bangunan yang mengingatkan pada Sang Kolonel tersebut.  Bangunan itu adalah Masjid Muammar Qaddafy yang berdiri kokoh di tengah kompleks Qaddafy Islamic Center (QIC), sejak tahun 2011 nama masjid telah berubah menjadi Masjid Az Zikra.

Kemegahan Masjid Az Zikra sudah tersohor di kalangan masyarakat luas. Pasalnya, Masjid ini seringkali digunakan sebagai tempat zikir akbar yang dipimpin langsung oleh ustadz ternama, yakni Ustadz Muhamad  Arifin Ilham. Masjid Az Zikra adalah rumah para pencinta zikir, pada hari Ahad/Minggu pertama setiap bulan , masjid ini menyelenggarakan zikir akbar dan tausiah yang dimulai pada pukul 06.30 WIB dan berlangsung selama +/- tiga jam. Peserta zikir akbar datang dari berbagai penjuru Indonesia bahkan beberapa Negara ASEAN,  termasuk kami bergabung di bulan Mei 2016 lalu.

Berbalut warna putih, tempat ibadah umat Islam itu tampak bersih dan bersahaja. Putih yang mendominasi seluruh bangunan masjid ini memang dambaan para pencinta zikir karena melambangkan jiwa yang bersih. Masjid berdiri di atas lahan seluas lima hektar dengan luas bangunan keseluruhan 12.600 meter persegi berlantai tiga dirancang oleh arsitek Achmad Fanani dapat menampung lebih dari sepuluh ribu jamaah.

Masjid mulai di bangun 2007 dan diresmikan 2009 dengan menelan biaya pembangunan lebih dari Rp. 50 miliar merupakan sumbangn sebuah organisasi dakwah Islam  internasional  yang berpusat di Tripoli, Libya, yakni World Islamic Call Society (WICS). Selain tempat untuk ibadah, masjid yang ditujukan sebagai pusat kegiatan dakwah dan sosial ini juga dilengkapi dengan sarana pendidikan bagi santri.

Salah satu penanda Masjid Az Zikra adalah menara empat lantai setinggi 57 meter yang menjulang di samping kiri masjid, bentuk atap mengadopsi menara Masjid Agung Semarang. Warna putih memang dominan di Masjid Az Zikra namun bukan berarti tak ada warna lain. Nuansa merah terakota hadir pada genting sedangkan warna hitam hadir dari elemen batu alam yang membalut sebagian tembok masjid bagian luar.

Replika payung seperti di Masjid Nabawi-Madinah hadir di masjid ini. Payung yang kini berjumlah dua buah di tempatkan di sisi timur masjid. Menunjuk pada Rukun Iman, rencananya payung berjumlah enam buah.

Naskah: Lutfi Sriyono (l.sriyono@gmail.com)

Foto: Lutfi Sriyono dan Rian Sigit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s