Ngopi, Jalan, dan Sejarah: Serunya Eksplor Skopje dari Jembatan Batu



Makedonia Utara mungkin bukan destinasi yang langsung terlintas saat merencanakan liburan ke Eropa, tapi justru di situlah letak daya tariknya. Negara kecil di kawasan Balkan ini dulunya merupakan bagian dari Yugoslavia, sebuah federasi besar yang runtuh pada tahun 1990-an dan kemudian melahirkan beberapa negara baru. Nama Josip Broz Tito juga tak bisa dilepaskan dari sejarah kawasan ini, terutama karena perannya dalam menggagas Gerakan Non-Blok yang masih dikenal hingga sekarang.

Perjalanan ke Makedonia Utara terasa makin seru karena rutenya tidak biasa. Setelah puas menjelajahi Skopje dan Ohrid di akhir Februari 2024, perjalanan berlanjut ke Tirana-Albania. Di Ohrid, pengalaman menginap di Millenium Palace Ohrid jadi salah satu highlight, hotel ini menghadap langsung ke Danau Ohrid, dengan suasana klasik yang agak “jadul” tapi justru unik-furniturnya mengingatkan pada nuansa hotel di film-film semasa Adolf Hitler.



Nah, balik ke Skopje-ibu kota yang penuh kejutan. Salah satu spot yang paling ikonik tentu saja Jembatan Batu Skopje. Jembatan dari abad ke-15 ini membentang di atas Sungai Vardar dan jadi penghubung antara dua sisi kota : yang modern dan yang penuh sejarah. Kerennya lagi, jembatan ini sudah “selamat” dari berbagai peristiwa besar, mulai dari gempa bumi hingga Perang Dunia II.



Di ujung jembatan, kamu akan langsung sampai di Macedonia Square. Di sini berdiri patung raksasa Warrior on a Horse yang sering dikaitkan dengan Alexander Yang Agung. Sosok legendaris kelahiran Makedonia ini dikenal sebagai penakluk ulung yang dalam waktu singkat berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Persia, Mesir, bahkan mendekati India. Walau namanya tidak disebut secara resmi, banyak orang yakin patung ini adalah dirinya.



Masih di sekitar alun-alun, ada juga plakat sederhana yang menandai lokasi tempat kelahiran dan rumah masa kecil Bunda Teresa, penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1979. Sosok yang dikenal di seluruh dunia ini ternyata punya jejak sejarah di Skopje, sebelum rumahnya hancur akibat gempa besar tahun 1963. Setelah meninggal, ia dinyatakan sebagai orang suci oleh Gereja Katolik pada tahun 2016 dengan gelar Santa Teresa dari Kalkuta India. Tempat ini mungkin tidak megah, tapi punya makna yang dalam.



Kalau lanjut jalan kaki, kamu bisa menemukan Porta Macedonia yang bentuknya mirip gerbang kemenangan di Paris Arc de Triomphe. Di dekat Sungai Vardar juga ada patung Justinianus I, kaisar besar Romawi Timur yang lahir dekat Skopje dan dikenal melalui Codex Justinianus, dasar hukum perdata modern. Tidak jauh dari situ, ada Monumen Gemidzii patung perunggu empat pemuda. Mengenang sekelompok pemuda pemberani yang pernah melawan kekuasaan Ottoman di tahun 1903.



Jangan lupa mampir ke Old Bazaar Skopje, tempat ini seperti lorong waktu-campuran budaya Ottoman, Bizantium, dan gaya hidup modern yang tetap hidup sampai sekarang. Anda akan menemukan jalanan sempit berbatu (cobblestone) yang dipenuhi toko pengrajin emas, penjahit tradisional, hingga kedai kopi dan teh Turki yang autentik. Pasar tua sangat hidup di siang hari dengan aktivitas perdagangan, namun berubah menjadi sangat magis dan tenang di malam hari dengan lampu-lampu jalan yang artistik.



Skopje mungkin tidak sepopuler kota-kota Eropa lainnya, tapi justru disitulah keistimewaannya-tempat dimana kamu bisa menikmati perjalanan yang santai, tapi pulang dengan cerita yang nggak biasa.



Naskah & Foto : Lutfi Djoko D, lutfidjoko@gmail.com

Tinggalkan komentar